Pendiri jenama aksesori asal Bali Tulola Happy Salma dan SVP Corporate Communications BCA Susanti Nurmalawati dalam acara BCA Expoversary 2025 di ICE BSD Sabtu (22/2/2025). (Dok. ANTARA)TANGERANG - Artis Happy Salma yang juga dikenal pendiri jenama aksesori asal Bali Tulola mengungkapkan konsistensi dan ikut masuk dalam bagian ekosistem usaha, menjadi kunci utama bagi pelaku UMKM dalam menjalankan bisnis di daerah saat ini."Ketika kita juga masuk dalam ekosistem usaha yang dijalankan dan konsisten dengan usaha yang dijalankan, maka kita bisa tumbuh bersama dan seimbang serta mencapai tujuan yang dituju dalam bisnis," kata Happy Salma dalam diskusi terkait Bakti BCA rajut kolaborasi UMKM & perajin lokal di ICE BSD Tangerang, Banten, dikutip dari ANTARA, Sabtu, 22 Februari.Terkait kondisi ekonomi nasional yang tak stabil maupun daya beli yang lesu, Happy Salma menjelaskan hal tersebut menjadi tantangan bagi orang kreatif untuk mengeluarkan ide dan inovasi kepada pembeli.Misalnya saja melakukan kolaborasi dengan pihak swasta untuk membuka peluang pasar yang baru sehingga produk UMKM yang ditawarkan tetap eksis dalam penjualan.Selain itu, pelaku usaha juga harus memahami karakter di daerah tersebut dengan tujuan memahami kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat sebagai pembeli.Usaha yang saya jalankan di Bali, kata Happy, tetap menghormati adat istiadat dan komunitas setempat. "Kita tidak bisa memaksakan usaha dengan cara yang sama dengan daerah lain. Ini yang saya maksud dari menjadi bagian ekosistem usaha," ujarnya.Ia mengaku senang dengan usaha yang dijalankannya selama ini mampu memberikan dampak bagi warga setempat dan juga mengangkat potensi daerah. "Sudah 30 ribu item produk yang sudah dibeli dan ini semua karena konsistensi," katanya.SVP Corporate Communications BCA Susanti Nurmalawati menambahkan saat ini terdapat 26 desa binaan dan ditargetkan menjadi 31 desa binaan pada tahun ini. Di setiap desa binaan, terdapat banyak UMKM yang digandeng untuk dibantu dalam pengembangan usaha.Adapun kegiatannya meliputi edukasi terkait sistem pembayaran, pendampingan oleh ahli hingga pengelolaan lingkungan seperti sampah dan lainnya. "Bentuk binaan yang kita berikan banyak meliputi sektor ekonomi, sosial dan ketahanan pangan," ujarnya.Susanti optimistis perkembangan UMKM ke depan bisa terus tumbuh dengan program yang telah disusun karena BCA telah mengalokasikan anggaran dan sumber daya pendukung."Kita fokus pada tahun ini membantu branding produk UMKM dan juga sistem pembayaran secara non tunai agar lebih praktis, termasuk membuat laporan keuangan dan pajak sehingga pelaku UMKM bisa go nasional bahkan internasional," pungkasnya.