Kondisi Gaza/DOK UN NewsJAKARTA - Gerakan perjuangan Palestina, Hamas, dilaporkan sedang bersiap untuk melanjutkan pertempuran di Jalur Gaza karena adanya masalah dalam negosiasi gencatan senjata dengan Israel, menurut laporan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ).WSJ yang mengutip sejumlah pejabat dari negara-negara Arab secara anonim mengungkapkan bahwa Hamas sedang menyusun kembali kekuatan militernya untuk kemungkinan dimulainya kembali pertempuran di Gaza.Selain itu, sayap bersenjata organisasi tersebut telah menunjuk komandan baru dan mulai menyusun rencana untuk kemungkinan penempatan pasukannya, kata para pejabat itu.Sementara itu, pasukan Israel dilaporkan berupaya mengambil kendali Koridor Netzarim, yang membagi Gaza menjadi utara dan selatan.Sebagai bagian dari persiapan pertempuran, Hamas sedang mempersiapkan tim khusus untuk melacak mata-mata Israel yang terdapat di Gaza.Dilansir ANTARA dari Sputnik-OANA, Rabu, 26 Februari, para pejabat itu mengemukakan Hamas mulai memulihkan terowongan di Gaza dan mengajari anggota barunya cara menggunakan senjata dalam perang gerilya melawan angkatan bersenjata Israel.Israel menerima enam sandera dari Hamas pada Sabtu (22/2) tetapi menolak melepaskan lebih dari 600 tahanan Palestina yang dijadwalkan untuk ditukar.Kantor pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu mengatakan akan "menunda" pembebasan tahanan Palestina sampai Hamas menjamin pembebasan sandera Israel berikutnya "tanpa melalui upacara yang memalukan". Gencatan senjata telah berlaku di Jalur Gaza sejak 19 Januari sebagai bagian dari kesepakatan antara Israel dan gerakan Palestina Hamas untuk membebaskan sandera Israel dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina.Penjamin perjanjian tersebut adalah Qatar, Mesir dan Amerika Serikat, yang telah mendirikan pusat koordinasi di Kairo.Kesepakatan ini adalah gencatan senjata kedua selama konflik berlangsung. Tahap pertama selesai pada November 2023 dan hanya berlangsung selama enam hari.