Indonesia-Rusia akan Bahas Koordinasi Penyamaan Sikap Mengenai Timur Tengah, Khususnya Palestina

Wait 5 sec.

Wamenlu RI Anis Matta saat menerima Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov. (Instagram/@anismatta_)JAKARTA - Indonesia dan Rusia akan membahas koordinasi penyamaan sikap mengenai isu-isu Timur Tengah, khususnya Palestina, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta.Wamenlu Anis Matta mengatakan, dirinya akan mengadakan pertemuan dengan Wakil Menlu Rusia sekaligus Utusan Khusus Presiden Vladimir Putin untuk Timur Tengah dan Afrika, Dunia Islam."Tadinya rencananya besok (hari ini), tapi ditunda setelah Lebaran," kata Wamenlu Anis Matta saat peluncuran kampanye Penandatanganan Dukungan Kampanye Bersama "Indonesia untuk Palestina: Solidaritas, Aksi Nyata dan Harapan Baru", Rabu 26 Februari"Intinya, kita dengan Rusia akan memulai pembicaraan bagaimana berkoordinasi dalam penyamaan sikap yang berhubungan dengan isu-isu di Timur Tengah, khususnya palestina," tambahnya.Sebelumnya, rencana pembicaraan ini juga dibahas Wamenlu Anis Matta saat menerima courtesy call Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov pada 6 Februari lalu.Dalam unggahan di Instagram usai pertemuan Wamenlu Anis Matta menuliskan adanya sejumlah kesamaan antara Indonesia dengan Rusia dalam kebijakan diplomasi. Misalnya, seperti Indonesia, Rusia juga memiliki Wamenlu yang mengurusi dunia Islam."Kami membahas rencana pembicaraan di tingkat Wakil Menteri Luar Negeri untuk urusan Timur Tengah dan Dunia Islam untuk memperkuat kolaborasi," ungkap Wamenlu Anis Matta.Wamenlu RI menambahkan, Rusia sangat ingin mempererat hubungan dan kerja sama antara masyarakat Muslim Indonesia dengan yang ada di Rusia."Rusia ingin mempererat hubungan dan kerja sama antara masyarakat Muslim di Indonesia dengan di Rusia, karena saat ini ada 15-20 juta Muslim di Rusia," kata Wamenlu RI."Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah dalam bidang pendidikan. Rusia sangat tertarik menjalin kerja sama dengan universitas-universitas Islam di RI," jelasnya."Rusia juga ingin bekerja sama dalam sertifikasi produk halal sehingga keamanan dan kehalalan pangan dari dua negara dapat terjamin," tandas Wamenlu RI.