Uji berkendara BYD Sealion 7. (Foto: Bagus Muhammad Hafizh/VOI)JAKARTA - PT BYD Motor Indonesia telah meluncurkan Sealion 7 dan Denza D9 dari sub-brand ‘Denza’ untuk pasar Indonesia melalui gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 beberapa waktu lalu.Kedua mobil ini melengkapi jajaran kendaraan listrik yang ditawarkan oleh pabrikan asal China tersebut, menyusul peluncuran model lainnya seperti M6, Seal, Dolphin, dan Atto 3. Namun, ini tidak membuat pabrikan tersebut berpuas diri begitu saja.Head of Public Relations & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan memastikan pihaknya tidak akan berhenti dalam menawarkan model terbaru untuk pasar tanah air.“Doakan untuk model-model yang kita akan keluarkan lagi ya di tahun ini. Tentunya BYD tidak pernah berhenti hanya di beberapa model ini,” kata Luther saat ditemui media di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 26 Februari.Ia juga mengatakan pihaknya akan meluncurkan model terbaru dari berbagai segmen untuk pasar nasional. Sayangnya, ia tidak memberikan detail terkait mobil terbaru tersebut.“Saat ini kita sudah bawa enam line-up. Tapi masih ada beberapa segmen yang kita belum isi. Baik di premium dan entry-level. Kita pelan-pelan adopsi dan luncurkan sesuai dengan kebutuhan maupun penerimaan pasar,” tambah Luther.Saat ini, BYD hanya menjual lini kendaraan listrik untuk pasar Indonesia. Namun, tidak menutup kemungkinan pabrikan akan memperkenalkan lini hybrid ke pasar nasional.Belum lama ini juga, pabrikan dilaporkan telah mendaftar desain dari Seal 05 DM-I dalam daftar Berita Resmi Desain Industri No. 12/DI/2025 yang dirilis Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI.Mobil tersebut mengusung teknologi plug-in hybrid dan telah dijual untuk pasar China dengan banderol harga 89.900 yuan hingga 109.800 yuan (setara Rp201 juta sampai Rp249 juta).Luther merespon bahwa didaftarkannya model tersebut bertujuan untuk menghindari akuisisi atau klaim terhadap desain dari BYD. Sayangnya, ia tidak menjelaskan detail produk lebih lanjut.“Itu memang kita utamakan, setidaknya produk-produk yang kita akan keluarkan itu didaftarkan dulu. Untuk menghindari adanya akusisi atau klaim terhadap desain-desain kita,” tegas Luther.