Dolar AS dan Rupiah (Foto: dok. Antara)JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis, 27 Februari 2025 diperkirakan akan bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Rabu, 26 Februari 2025, Kurs rupiah spot di tutup turun 0,06 persen ke level Rp16.381 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup melemah 0,44 persen ke level harga Rp16.387 per dolar AS.Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan Presiden AS Donald Trump yang mengancam tarif perdagangan lebih tinggi, sementara data kepercayaan konsumen yang lemah memicu meningkatnya kekhawatiran atas ekonomi AS yang melambat."Trump menambah sentimen negatif dengan mengancam akan mengenakan tarif pada tembaga. Sebelumnya minggu ini, ia juga mengisyaratkan bahwa tarif 25 persen pada Kanada dan Meksiko akan dikenakan pada awal Maret," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Kamis, 27 Februari.Menurutnya pungutan atas impor dari kedua negara tersebut tepat waktu dan sesuai jadwal meskipun keduanya telah berupaya untuk memperkuat keamanan perbatasan.Selain itu, Trump tidak secara khusus menyebutkan batas waktu 4 Maret saat tarif akan mulai berlaku."Langkah tersebut akan berlaku untuk impor AS senilai lebih dari 918 miliar dolar AS dari Kanada dan Meksiko, dan mengancam akan mengacaukan ekonomi Amerika Utara yang sangat terintegrasi," jelasnya.Adapun selain itu, data AS menunjukkan kepercayaan konsumen pada bulan Februari memburuk pada kecepatan tertajamnya dalam 3-1/2 tahun, dengan ekspektasi inflasi 12 bulan melonjak.Sementara itu, ekonomi Jerman menyusut dalam tiga bulan terakhir tahun 2024 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.Sementara dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan layanan bisnis emas atau bullion service pertama di RI, dan PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sudah memperoleh izin untuk usaha bullion tersebut.Adapun pedoman penyelenggaraannya melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion.Ibrahim menyampaikan Bullion adalah lembaga jasa keuangan (LJK) yang melakukan usaha berkaitan dengan emas dalam bentuk simpanan emas, pembiayaan emas, perdagangan emas, penitipan emas, dan/atau kegiatan lainnya."Indonesia, dikenal sebagai salah satu negara penghasil emas terbesar dunia. Dibangunnya Bullion Bank bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan cadangan emas nasional agar tidak terus mengalir ke luar negeri tanpa pengelolaan yang maksimal di dalam negeri," ujarnya.Sedangkan usaha bullion dapat memaksimalkan nilai tambah dari sumber daya emas yang ada di Indonesia, yaitu emas hasil tambang maupun stok emas yang dimiliki masyarakat.Menurutnya, usaha Bullion dapat berpotensi meningkatkan konsumsi emas ritel yang akan memacu peningkatan industri emas dan keseluruhan bisnis dalam ekosistem emas yang mewadahi dengan tambahan value added (VA) hingga sebesar Rp30 triliun-Rp50 triliun."Hadirnya Bullion Bank sejalan dengan pergerakan harga emas dunia yang terus melesat sejak 2024 dan berlanjut di sepanjang tahun ini," tegasnya.Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 27 Februari 2025 dalam rentang harga Rp16.320 - Rp16.390 per dolar AS.