Polisi menggelar rekonstruksi kasus kematian warga Semarang, Darso, yang dianiya polisi. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparanPolisi menggelar rekonstruksi kasus kematian warga Semarang, Darso, yang dianiaya polisi. Tersangka AKP Hariadi dan lima polisi lain yang berstatus saksi juga dihadirkan.Pantauan kumparan di lokasi, AKP Haryadi dihadirkan mengenakan baju kemeja dengan tangan terborgol kabel tis. Rekonstruksi yang dimulai pada pukul 09.00 WIB, diawali dengan adegan 6 polisi datang menjemput Darso di rumahnya dengan menggunakan sebuah mobil.Dua orang turun dari mobil termasuk tersangka, AKP Hariyadi. Mereka menjemput dengan alasan agar Darso menunjukkan mobil yang terlibat kecelakaan di Yogyakarta.Setelah itu mereka menuju Jalan Raya Purwosari dan berhenti di pinggir jalan. Di tempat itu mereka turun dan mempraktikkan kondisi saat mereka kencing di pinggir kebun.Mereka kemudian menginterogasi Darso di tempat tersebut, menggaplok Darso menggunakan sandal.Polisi menggelar rekonstruksi kasus kematian warga Semarang, Darso, yang dianiya polisi. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparanPenyidik juga mencocokan keterangan antara tersangka dan para saksi sehingga satu persatu mereka ditanya. Namun saat penyidik mengambil keterangan dari para saksi, tersangka AKP Hariyadi diminta menjauh.Salah satu kemudian memperagakan ketika AKP Hariyadi memukuli Darso di lokasi itu. Darso kemudian jatuh dari pinggir parit ke arah kebun setelah dipukuli.Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto mengatakan rekonstruksi digelar untuk mengetahui kronologi peristiwa. Ia menyebut enam polisi yang terlibat hadir."Ini dilakukan rekonstruksi. Enam-enamnya dihadirkan termasuk tersangka," kata Artanto di lokasi, Jumat (28/2).Polisi menggelar rekonstruksi kasus kematian warga Semarang, Darso, yang dianiya polisi. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparanPolisi menggelar rekonstruksi kasus kematian warga Semarang, Darso, yang dianiya polisi. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan