Sebut AI Jadi Tantangan ke Depan, PKB Desak Pemerintah Jalankan UU Perlindungan Data Pribadi 

Wait 5 sec.

Waketum PKB Jazilul Fawaid/FOTO: DIah Ayu-VOIJAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menilai penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia ke depan.Karena itu, Jazilul mendorong agar pemerintah segera menjalankan amanat dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) mulai dari pengesahan aturan turunan hingga pembentukan lembaga."Tentu PKB mendorong agar undang-undang terkait perlindungan data pribadi juga didorong terus. Karena AI itu juga ada etika, ada cara, ada ini supaya tidak ada yang dirugikan," kata Jazilul di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Februari.Menurut Jazilul, perlu ada ketentuan mengenai penggunaan dan penguasaan AI untuk segala kegiatan masyarakat dan badan usaha di Indonesia."Ke depan ini akan sulit lagi membedakan mana yang asli, produk yang asli dan produk bikinan AI. Ini juga semakin membingungkan nanti buat masyarakat. Namun, di sisi lain Indonesia harus tetap mendorong agar jaringan internet, jaringan telekomunikasi itu merata kepada seluruh Indonesia," tutur Jazilul.Di satu sisi, Jazilul mengaku partainya juga berencana merekrut anak-anak muda yang memiliki kemampuan untuk mengoperasionalkan AI atau membuat program terkait penguatan partai yang hubungannya dengan AI."Ketua Harian PKB rata-rata anak-anak muda yang diharapkan nanti bisa menggunakan teknologi digital, utamanya AI, di dalam penguatan partai. Nah, ini semoga menjadi diferensiasi atau kelebihan PKB dibanding partai-partai yang lain," jelasnya. Hari ini, PKB menggelar diskusi bertajuk "AI vs Manusia, Revolusi Industri Masa Depan atau Ancaman Eksistensi?". Diskusi ini diisi narasumber Ketua DPP PKB Bidang Perdagangan dan Industri Lukmanul Khakim, Managing Director of World Foundation Fabian Bodensteiner, Anggota DPR RI Komisi I Fraksi PKB Oleh Soleh, Direktur Etika dan Tata Kelola KORIKA Nur Anis Handayati, dan General Manager for Indonesia Tools for Humanity Wafa Taftazani.Dalam diskusi tersebut, Ketua DPP PKB Bidang Perdagangan dan Industri Lukmanul Khakim menuturkan bahwa saat ini kemampuan AI itu sudah berada pada level kemampuan membuat program. Hadirnya AI menjadi dua mata pisau bermanfaat bagi kehidupan manusia sekaligus menjadi ancaman bagi pekerjaan-pekerjaan tradisional yang selama ini dilakukan oleh manusia.Karena itu, Lukmanul menilai sudah saatnya masyarakat memanfaatkan penggunaan AI untuk kepentingan berusaha, utamanya pada pelalu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Diskusi PKB/FOTO: Diah Ayu-VOI "Kita mendorong agar penguatan ekosistem AI untuk UMKM ini berbasis AI service. Ini salah satu cara agar supaya kita bisa mendorong sektor UMKM itu memiliki nilai yang unggul, yang lebih melalui pemanfaatan teknologi digital," jelasnya.Selain itu, lanjut dia, AI juga bisa digunakan manusia untuk kepentingan pasok perdagangan dan perindustrian. Mengingat, AI memiliki kemampuan membaca dan menganalisis data."Karena kalau kita berkaca pada industri pertahanan, yang mampu membaca ancaman dari berbagai sektor keamanan dan pertahanan bisa dibaca. Kalau dia mempunyai kemampuan memutuskan sesuatu bisa tiba-tiba menyerang. Tapi kalau ada di genggaman manusia, control manusia, harus tetap dikendalikan dan dibatasi agar tidak liar," sambung Lukmanul.