Jaecoo J7 SHS di IIMS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparanHead of Marketing Jaecoo Indonesia, Evan Angganantika mengeklaim mobil hybrid perdananya Jaecoo J7 SHS (Super Hybrid System) mendapat respons yang positif. Pesanannya disebut capai ratusan unit."Sejauh ini sambutannya baik untuk J7, paling banyak varian SHS itu 70 persen. Sisanya yang mesin bensin biasa dan J8, totalnya itu 300 SPK," ujar Evan saat sela media test drive Jaecoo J7 SHS Jakarta-Bali di Surabaya, Jawa Timur.SHS adalah penyebutan teknologi elektrifikasi dari Jaecoo untuk jenis Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV mereka. Menjadikannya pabrikan asal China pertama yang memiliki produk hibrida tersebut di Tanah Air."Itu mayoritas pemesanan di IIMS 2025 karena memang kita saat ini kan belum ada diler, kita rencana akan punya 30 diler sampai akhir 2025. Harga resminya belum, under 500 juta dan tanda jadi Rp 5 juta," imbuh Evan.Jaecoo J7 SHS di IIMS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparanSoal harga, Jaecoo J7 SHS dijual Rp 599 juta. Jantung mekanisnya mengusung mesin 4-silinder segaris turbo dengan kubikasi 1.5L dengan tambahan baterai hybrid 18,3 kWH. Tenaganya mencapai 301 dk dengan torsi 525 Nm.Sementara J7 tipe lainnya menggunakan mesin 1.600 cc dengan dua pilihan penggerak yakni AWD (All Wheel Drive) yang dijual Rp549 juta dan tipe RWD (Rear Wheel Drive) dengan harga Rp 499 juta.Jaecoo J7 SHS disebut mampu menjelajah 1.300 kilometer non stop dalam kondisi tangki terisi penuh dan baterai terisi penuh. Menariknya efisiensinya bahan bakarnya diklaim hanya butuh 3,3 liter untuk menempuh perjalanan 100 kilometer."Ekspektasi (penjualan) lebih besar tentunya, tapi kami dengan brand yang masih baru satu bulan untuk animo masyarakat terhadap PHEV ternyata cukup besar. Kita baru akan produksi lokal bulan depan," pungkas Evan.