Populer: IHSG Anjlok 2,41 Persen; Starbucks Bakal PHK 1.100 Karyawan

Wait 5 sec.

Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/12/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTOKabar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok menjadi berita yang ramai dibaca di kumparanBisnis sepanjang Selasa (25/2).Selain itu, berita mengenai pemangkasan karyawan Starbucks turut menjadi berita populer kemarin. Berikut rangkumannya.IHSG Ditutup Anjlok 2,41 PersenIHSG ditutup turun 162,513 poin (2,41 persen) ke posisi 6.587,087 pada penutupan perdagangan saham sore ini, Selasa (25/2).Sedangkan indeks LQ45 ditutup turun 22,226 poin (2,89 persen) ke 747,695. Sebanyak 119 saham naik, 490 saham turun, dan 173 saham stagnan.Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 1,24 juta kali dengan total volume perdagangan sebanyak 21 miliar saham senilai Rp 11,52 triliun.Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah sore ini melemah 93 poin (0,57 persen) ke Rp 16.371 terhadap dolar AS.Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee, mengatakan ada beberapa faktor yajg membuat tren merah IHSG."Ada Morgan Stanley turunkan Peringkat Saham RI Jadi 'Underweight' ini jadi salah satu faktor penekan IHSG. Selain itu, ada kebijakan Trump dan rotasi dana ke China," ujarnya kepada kumparan, Selasa (25/2).Saham-saham top losers di antaranya:Dwi Guna Laksana turun 104 poin ke 316Elang Mahkota Teknologi turun 85 poin ke 555Data Sinergitama Jaya turun 30 ke 222Sumber Sinergi Makmur turun 12 poin ke 94Surya Citra Media turun 26 poin ke 206Starbucks Bakal PHK 1.100 KaryawanIlustrasi Starbucks. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanStarbucks mengumumkan melakukan PHK terhadap 1.100 karyawan. Pengumuman pada Senin (24/2), ini dilakukan setelah CEO Brian Niccol mengambil keputusan untuk berjuang memulihkan kondisi perusahaan akibat penurunan penjualan."Kami menyederhanakan struktur kami, menghilangkan lapisan dan duplikasi, serta menciptakan tim yang lebih kecil dan lebih gesit," kata Niccol dalam surat kepada karyawan dikutip dari laporan Reuters."Tujuan kami adalah untuk beroperasi lebih efisien, meningkatkan akuntabilitas, mengurangi kompleksitas dan mendorong integrasi yang lebih baik,”Niccol diangkat menjadi CEO pada tahun lalu, ketika saham perusahaan tengah berjuang dari pelemahan permintaan di China dan AS yang menyebabkan hilangnya 40 persen nilainya dari titik tertingginya di tahun 2021."Kami akan terus merekrut untuk posisi prioritas yang sesuai dengan struktur dukungan baru kami dan menambah kemampuan serta kapasitas yang kami butuhkan," kata Niccol, seraya menambahkan langkah tersebut tidak akan memengaruhi tim di dalam toko atau investasi yang dilakukanBerdasarkan laporan perusahaan pada tahun 2024, Starbucks mempekerjakan sekitar 211.000 orang di AS dan sekitar 150.000 karyawan di seluruh dunia.