Alibaba Rilis Versi Open-Source AI Pembuat Video, Tantang OpenAI!

Wait 5 sec.

Alibaba , akan merilis versi open-source dari model kecerdasan buatan (AI) pembuat video dan gambar miliknya, Wan 2.1 (foto: x @alesizneias)JAKARTA – Raksasa teknologi China, Alibaba , mengumumkan akan merilis versi open-source dari model kecerdasan buatan (AI) pembuat video dan gambar miliknya, Wan 2.1. Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan di platform X pada Selasa.Seorang juru bicara Alibaba menyatakan bahwa detail lengkap mengenai model tersebut akan disampaikan dalam video rekaman pada pukul 23.00 waktu Beijing (15.00 GMT).Langkah Alibaba ini muncul di tengah meningkatnya persaingan di pasar AI China, terutama setelah DeepSeek meluncurkan model open-source terbaru bulan lalu. Model tersebut mengguncang industri AI global dengan kinerjanya yang diklaim setara dengan produk dari perusahaan besar seperti OpenAI, yang justru mulai beralih ke model tertutup.Kemampuan AI Wan 2.1 dan QwQ-MaxAlibaba pertama kali memperkenalkan model AI pembuat video dan gambar ini pada Januari 2025, sebelum kemudian mengganti namanya dari Wanx menjadi Wan. Perusahaan menyoroti kemampuan model ini dalam menghasilkan visual yang sangat realistis.Dalam sebuah pernyataan sebelumnya, Alibaba juga mengklaim bahwa Wan 2.1 menduduki peringkat teratas di VBench, sebuah leaderboard untuk model generatif video, dengan keunggulan dalam berbagai aspek seperti interaksi multi-objek.Selain itu, pada Selasa, 25 Februari, Alibaba juga merilis versi pratinjau dari model reasoning terbarunya, QwQ-Max, yang rencananya akan dibuat open-source setelah peluncuran versi penuh dalam waktu dekat.Investasi Besar Alibaba di AITak hanya mengembangkan model AI, Alibaba juga berencana menginvestasikan sedikitnya 380 miliar yuan (sekitar Rp812 triliun) dalam tiga tahun ke depan untuk memperkuat infrastruktur cloud computing dan kecerdasan buatan mereka.Dengan langkah agresif ini, Alibaba semakin mempertegas posisinya dalam persaingan global AI, terutama dalam menghadapi dominasi perusahaan-perusahaan Barat seperti OpenAI dan Google DeepMind.