Apple juga mendominasi pasar PC dengan kemampuan kecerdasan buatan (AI) (foto: x @RPRNANews)JAKARTA – Sebuah laporan terbaru dari Canalys menunjukkan bahwa pangsa pasar Mac tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan tiga merek PC terbesar di dunia pada kuartal terakhir tahun 2024. Selain itu, Apple juga mendominasi pasar PC dengan kemampuan kecerdasan buatan (AI), jauh mengungguli para pesaingnya di industri.Saat ini, Apple menguasai sekitar 10% pangsa pasar PC global, menempatkannya di posisi keempat setelah Lenovo, HP, dan Dell. Namun, laporan Canalys mengungkap bahwa Mac mengalami pertumbuhan paling pesat pada kuartal terakhir tahun lalu."Apple menutup Q4 2024 dengan kuat, tumbuh jauh lebih pesat dibandingkan tiga vendor teratas dan mencapai pangsa pasar 10,2% di total pasar PC serta 45% di segmen PC berbasis AI," ujar analis Canalys, Jessop.Selain itu, Apple juga diprediksi semakin agresif menargetkan pasar korporasi. Perusahaan berencana meluncurkan Apple Partner Network tahun ini, sebuah program kemitraan yang disederhanakan untuk memudahkan adaptasi Mac di lingkungan bisnis. Strategi ini diyakini akan membantu Apple memperluas jangkauannya ke sektor korporasi yang selama ini lebih banyak menggunakan PC berbasis Windows.Berdasarkan data Canalys, berikut adalah pangsa pasar PC global berdasarkan merek:Lenovo – 25%HP – 20%Dell – 15%Apple – 10%Asus – 7%Acer – 6%Huawei – 2%Microsoft – 0,4%Merek lain – 15%Apple Memimpin di Segmen PC AIDalam kategori PC yang dilengkapi chip AI khusus, Apple mendominasi dengan pangsa pasar 45%, jauh mengungguli Lenovo dan HP yang masing-masing hanya memperoleh 12%.Laporan Canalys menunjukkan bahwa 17% dari seluruh PC yang dikirimkan sepanjang 2024 memiliki kemampuan AI, dan angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan semakin berkembangnya penggunaan AI dalam dunia komputasi.Meskipun saat ini AI bukanlah faktor utama dalam keputusan pembelian PC, Canalys percaya bahwa performa prosesor AI yang semakin baik akan menciptakan pengalaman personalisasi dan peningkatan produktivitas yang lebih signifikan. Hal ini pada akhirnya bisa menjadi faktor penentu dalam membangun loyalitas merek di masa depan.Meskipun pasar PC saat ini cukup kuat, terutama karena perusahaan-perusahaan mengganti perangkat lama akibat berakhirnya dukungan Windows 10, kebijakan tarif impor baru di Amerika Serikat bisa menjadi ancaman besar.Pemerintahan Donald Trump telah memberlakukan tarif 10% untuk semua impor dari China, yang merupakan sumber utama pengiriman laptop ke AS. Kebijakan ini berpotensi menghambat siklus pembaruan perangkat komersial dan semakin membebani pasar konsumen yang sudah lesu.Dengan pangsa pasar yang terus meningkat dan dominasi di segmen PC berbasis AI, Apple tampaknya siap memperkuat posisinya di industri komputer. Namun, tantangan dari kebijakan perdagangan global tetap menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam strategi jangka panjang perusahaan.