Mengapa kerbau di Toraja mahal (Freepik)YOGYAKARTA - Di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, menjadi hewan yang spesial atau istimewa. Dianggap sebagai hewan yang bernilai tinggi, harga kerbau di daerah tersebut bisa mencapai miliaran rupiah. Dari berbagai jenis kerbau yang ada, yang paling mahal adalah kerbau belang atau tedong bonga. Mengapa kerbau di Toraja mahal?Tedong bonga dianggap sebagai kerbau dengan kasta tertinggi di Toraja, sehingga nilainya sangat tinggi. Jenis kerbau ini bahkan memiliki harga jual yang setara dengan harga satu unit Toyota Alphard. Oleh karena itu, masyarakat setempat sering menyebutnya sebagai "Raja".Selain dikonsumsi, kerbau juga memiliki peran penting dalam upacara adat Rambu Solo. Hewan ini melambangkan kesejahteraan sekaligus menjadi kendaraan arwah menuju alam baka. Sebagai salah satu khasanah budaya di Indonesia, menarik untuk menyimak mengapa kerbau di Toraja mahal dan digunakan untuk apa.Mengapa Kerbau di Toraja MahalProf. Ronny Rachman Noor, Guru Besar Pemuliaan dan Genetika dari Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), menyatakan bahwa kerbau belang memiliki peran krusial bagi masyarakat Tana Toraja. Hal ini berkaitan dengan tradisi dan kepercayaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.“Bagi masyarakat Toraja, kerbau tidak saja melambangkan kesejahteraan pemiliknya namun juga merupakan bagian penting dalam upacara Rambu Solo. Ritual acara pemakaman yang telah mengakar di budaya masyarakat Toraja,” tutur Ronny Rachman, dikutip dari laman resmi PPID IPB.Kerbau belang khas Toraja memiliki peran penting dalam ritual adat. Masyarakat setempat meyakini bahwa kerbau bukan hanya simbol kekuatan, tetapi juga menjadi tunggangan arwah menuju surga. Diyakini pula bahwa semakin banyak kerbau yang dikorbankan dalam upacara Rambu Solo, semakin baik kehidupan para leluhur di alam baka. Keyakinan inilah yang menjadi alasan mengapa harga kerbau belang di Toraja sangat tinggi.“Oleh sebab itu harga seekor kerbau belang berkisar antara ratusan juta sampai 1 miliar rupiah," ucap Prof Ronny Rachman.Asal Usul Kerbau Tedong BongaMenurut laman resmi Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, kata "Tedong" dalam bahasa Toraja berarti kerbau. Sedangkan kata "Bonga" berarti belang. Oleh karena itu, Tedong Bonga dapat diartikan sebagai kerbau belang. Kerbau khas Toraja ini memiliki pola belang di seluruh tubuhnya, dengan warna putih yang dikenal sebagai karakteristik kulit albino. Berdasarkan informasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), kondisi albino pada kerbau disebabkan oleh mutasi gen TYR yang menghambat produksi asam amino. Mutasi ini mengakibatkan enzim tyrosinase tidak terbentuk, sehingga kulit kerbau menjadi putih atau bercorak belang.Tedong Bonga bukanlah jenis kerbau biasa dan sangat jarang ditemukan. Kelangkaannya inilah yang membuat harganya jauh lebih mahal dibandingkan kerbau lainnya.Makna Tedong Bonga Bagi Suku TorajaBagi masyarakat Suku Toraja, Tedong Bonga atau kerbau albino melambangkan kesejahteraan. Hewan ini juga mencerminkan tingkat kekayaan serta status sosial pemiliknya.Masyarakat Toraja meyakini bahwa Tedong Bonga adalah makhluk suci yang disakralkan. Mereka percaya bahwa kerbau ini akan menjadi wahana yang membawa arwah menuju nirwana setelah meninggal.Berdasarkan jurnal Universitas Muhammadiyah Pare-Pare berjudul "Social Status Relationship to Purchase of Tedong Bonga for the Toraja Tribe Community", semakin banyak dan meriah pengorbanan Tedong Bonga dalam upacara adat, semakin tinggi pula status sosial seseorang. Sebaliknya, jika seseorang tidak mampu mengurbankan kerbau, status sosialnya akan dianggap menurun dan berisiko diabaikan oleh masyarakat.Dalam tradisi kematian masyarakat Toraja yang disebut Rambu Solo, keluarga yang tidak mampu mengurbankan kerbau dianggap sebagai aib atau suatu bentuk kesalahan. Hal ini disebabkan oleh adanya rasa malu yang mendalam jika tidak bisa memenuhi kewajiban adat dalam menghormati kematian dengan layak.Demikianlah ulasan mengapa kerbau di Toraja mahal karena dinilai sebagai hewan yang istimewa dan bernilai tinggi. Kerbau Tedong Bonga dianggap sebagai jenis kerbau dengan kasta tertinggi yang harganya bisa mencapai miliaran. Baca juga mengenal tradisi rambu solo Toraja.Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI. Kami menghadirkan info terbaru dan terupdate nasional maupun internasional.