Hindari Minum Kopi Berlebihan Selama Bulan Puasa, Ini Dampaknya

Wait 5 sec.

Ilustrasi minum kopi saat berbuka (Freepik)JAKARTA - Minum kopi berlebihan selama Ramadan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi tubuh. Salah satu efek utama adalah meningkatnya produksi asam lambung yang dapat menyebabkan perut terasa tidak nyaman, kembung, atau bahkan nyeri lambung.Selain itu, kafein yang terkandung dalam kopi memiliki sifat diuretik, yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan berisiko menyebabkan dehidrasi selama puasa.Dampak lain yang perlu diperhatikan adalah gangguan tidur dan ketergantungan kafein, yang bisa memengaruhi stamina serta keseimbangan energi sepanjang hari.Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (AKSI/SCAI) mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi kopi selama menjalankan ibadah puasa. Sekretaris Jenderal AKSI, Gusti Laksamana, menjelaskan bahwa jumlah kafein yang masuk ke tubuh perlu diperhatikan karena semakin tinggi kadar kafein, semakin besar pula dampaknya terhadap kesehatan."Setiap orang memiliki toleransi yang berbeda terhadap kafein. Oleh karena itu, penting untuk memahami batasan konsumsi agar efek samping yang tidak diinginkan bisa diminimalisir," ujar Gusti seperti dikutip ANTARA.Salah satu efek dari konsumsi kafein berlebih adalah meningkatnya permeabilitas usus, yang dapat membuat makanan atau zat lain lebih mudah masuk dan memicu gangguan pencernaan. Kondisi ini bisa menyebabkan perut terasa kembung atau bahkan memicu refluks asam lambung."Semakin banyak kafein yang dikonsumsi, semakin tinggi risiko peningkatan asam lambung. Oleh karena itu, jumlah konsumsi harus diperhatikan dengan baik," tambahnya.Gusti juga menyarankan masyarakat untuk memahami perbedaan kandungan kafein dalam berbagai jenis kopi. Misalnya, kopi Robusta memiliki kadar kafein yang tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan Arabica. Oleh karena itu, jika seseorang biasanya mengonsumsi tiga cangkir kopi Arabica dalam sehari, maka jika beralih ke Robusta cukup satu cangkir saja agar tidak berlebihan.Selain itu, konsumsi kafein berlebihan juga dapat menyebabkan kecanduan. Gusti menjelaskan bahwa kopi memiliki efek adiktif yang dapat membuat seseorang sulit tidur dan mengalami lonjakan energi yang berlangsung sekitar enam jam setelah dikonsumsi.Untuk menghindari dampak negatif tersebut, ia menyarankan agar konsumsi kopi saat puasa dilakukan dengan bijak, misalnya dua jam setelah berbuka atau sebelum sahur. Waktu konsumsi ini dianggap optimal untuk mendukung stamina tanpa mengganggu metabolisme tubuh selama puasa."Waktu terbaik untuk minum kopi sebenarnya adalah di pagi hari agar energi bisa dimanfaatkan secara optimal. Namun, saat puasa, pilihan terbaik adalah sebelum sahur agar efek stimulan kafein dapat membantu menjaga energi lebih lama," tutup Gusti.