Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat melakukan kunjungan kerja di Palembang, Sumsel. Foto : Abdullah Toriq/Urban IdKementerian Sosial (Kemensos) memastikan meskipun terjadi efisiensi anggaran, layanan bantuan sosial (bansos) di Sumsel tetap berjalan dengan baik.Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan, layanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas, termasuk untuk honor para pendamping yang berperan dalam penyaluran bantuan. “Layanan tetap jalan, alhamdulillah saya sudah cek di beberapa kota, semuanya masih berjalan dengan baik,” ujar dia, saat melakukan kunjungan kerja di Palembang, Sumsel, Kamis 27 Februari 2025.Tahun ini, total anggaran bansos untuk kabupaten dan kota di Sumsel mencapai Rp2 triliun, dengan 591.950 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Tak hanya itu, penerima Bantuan Iuran (PBI) juga mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp1,7 triliun, sehingga menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. "Anggaran di Sumsel ini Rp 2 Triliun untuk bantuan sosial (Bansos) dan Rp 1,7 Triliun untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan," kata dia. Berikut rincian program dan anggaran bansos di Sumsel: Program Keluarga Harapan (PKH): 329.473 KPM dengan anggaran Rp875 miliar Bantuan Pangan Non Tunai (Sembako): 477.729 KPM dengan anggaran Rp1,1 triliun Yatim Piatu (YAPI): 5.139 jiwa dengan anggaran Rp15 miliar Bantuan Pemakaman: 325 jiwa dengan anggaran Rp2,7 miliar Pilar Sosial dengan anggaran Rp 54 miliar untuk mendukung para pendamping dan relawan sosialKemudian, ditambah dengan Penerima Bantuan Iuran (PBI): 3.447.721 jiwa dengan anggaran Rp1,7 triliun dan Pilar Sosial, anggaran Rp54 miliar, yang mencakup:1. 1.095 Pendamping PKH2. 1.053 Taruna Siaga Bencana (Tagana)3. 68 Pendamping Rehabilitasi Sosial (Rhesos)4. 4 Pekerja Sosial Masyarakat Darurat (Pordam)5. 202 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)6. 1.546 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM)