Sesaknya KRL Green Line Rangkasbitung, 1 Meter Persegi Diisi 8 Penumpang

Wait 5 sec.

Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTOKepadatan penumpang KRL Commuter Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung atau Green Line menjadi yang tertinggi di wilayah Jabodetabek. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tingkat okupansi pada jam sibuk mencapai 161 persen, jauh di atas lintas Bekasi (Blue Line) yang berada di kisaran 140 persen dan Bogor (Red Line) sekitar 130 persen.Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan tingkat kepadatan tersebut menggambarkan kondisi kereta yang sudah sangat penuh. Menurutnya, okupansi 161 persen setara dengan sekitar delapan orang berada dalam ruang seluas satu meter persegi di dalam kereta pada jam-jam sibuk.Yang jalur Rangkasbitung puncaknya 161 persen pada jam sibuk. Kalau digambarkan, satu meter persegi diisi delapan orang," kata Bobby dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Rabu (3/6). Bobby mengatakan tingginya kepadatan penumpang menjadi alasan KAI menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kenyamanan pengguna KRL. Saat ini, KRL Jabodetabek melayani sekitar 1,3 juta penumpang per hari. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi sedikitnya 1,4 juta penumpang per hari pada 2030.Untuk mengurangi kepadatan di lintas Rangkasbitung, KAI berencana mengoperasikan rangkaian kereta yang lebih panjang hingga 12 gerbong (SF12). Namun, rencana tersebut masih terkendala kapasitas pasokan listrik aliran atas (LAA).Menurut Bobby, jalur Rangkasbitung saat ini belum dapat dilayani rangkaian 12 gerbong karena sistem kelistrikan yang tersedia masih terbatas. Berbagai rekayasa operasi telah dicoba, tetapi belum memungkinkan pengoperasian kereta dengan kapasitas lebih besar."Di Rangkas ini SF12 tidak bisa karena listriknya tidak cukup. Saat ini hanya 3.000 volt. Padahal kalau bisa membawa 12 gerbong, okupansi 161 persen itu bisa diturunkan," ujarnya.Sejumlah penumpang antre menuju peron kereta rel listrik (KRL) rute green line di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTOSebagai solusi, KAI akan meningkatkan kapasitas listrik dengan membangun 11 gardu traksi baru di lintas tersebut. Selain itu, perusahaan juga akan melakukan modernisasi sistem persinyalan yang dinilai sudah berusia tua.Peningkatan persinyalan diharapkan dapat memperpendek jarak waktu antarperjalanan kereta (headway). Saat ini headway KRL di lintas Rangkasbitung masih sekitar 10 menit, lebih lama dibandingkan lintas Bekasi dan Bogor yang sudah berada pada kisaran 3-4 menit.Selain proyek di jalur Rangkasbitung, KAI juga menyiapkan perpanjangan layanan Commuter Line dari Cikarang ke Cikampek serta dari Bogor ke Sukabumi. Penambahan rangkaian kereta juga akan diikuti pengembangan fasilitas depo di Cikarang, Rangkasbitung, dan Bogor untuk mendukung operasional ke depan.