BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperluas makna pemberdayaan masyarakat tidak hanya melalui akses pembiayaan dan pendampingan usaha, tetapi juga lewat berbagai program sosial dan lingkungan yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat akar rumput.Salah satu wujud komitmen tersebut ditunjukkan melalui program penanaman 29.000 pohon yang dilaksanakan serentak di 58 cabang PNM di seluruh Indonesia. Setiap cabang menanam sedikitnya 500 bibit pohon sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan poin 15 tentang Ekosistem Daratan.Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana. Namun, manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, mulai dari menjaga kestabilan tanah, meningkatkan kualitas udara, hingga menghadirkan ruang hijau yang memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Karena itu, gerakan penghijauan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam merawat lingkungan hidup sekaligus menciptakan masa depan yang lebih baik.Melalui program PNM Peduli, perusahaan memperluas jangkauan kepedulian sosialnya ke sektor lingkungan. Penanaman ribuan pohon tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional PNM, tempat mereka tinggal, bekerja, dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera.Program ini juga menjadi kelanjutan dari kampanye keberlanjutan RE3 FOR-E yang sebelumnya berhasil menghimpun sekitar 20 ton pakaian layak pakai dari seluruh Insan PNM. Pakaian tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, bersamaan dengan bantuan buku bacaan untuk mendukung peningkatan literasi.Dari pakaian yang mendapatkan kehidupan kedua, buku yang membuka akses pengetahuan, hingga pohon yang ditanam untuk generasi mendatang, seluruh rangkaian program tersebut mencerminkan semangat kepedulian yang diwujudkan dalam berbagai bentuk.Komitmen itu juga diperkuat melalui program PNM Mengajar yang menjangkau 58 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Sabang hingga Merauke. Melalui program tersebut, pemberdayaan tidak hanya dimaknai sebagai akses terhadap modal usaha, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan pengetahuan, kesadaran sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan.PNM meyakini bahwa masa depan yang lebih baik tidak hanya dibangun dari usaha yang berkembang, tetapi juga dari lingkungan yang terjaga dan masyarakat yang memiliki akses terhadap pendidikan serta pengetahuan yang memadai. lihat foto Kampanye keberlanjutan RE3 FOR-E yang sebelumnya berhasil menghimpun sekitar 20 ton pakaian layak pakai dari seluruh Insan PNM. Foto: IST/PNMBerbagai program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan mampu memberikan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pohon yang ditanam, buku yang dibagikan, pakaian yang disalurkan, hingga ruang belajar yang dibuka menjadi simbol harapan akan lingkungan yang lebih sehat, kesempatan belajar yang lebih luas, dan kualitas hidup yang terus meningkat.Salah satu penerima manfaat, Yuliana, nasabah PNM Mekaar Balikpapan Timur yang juga merupakan warga sekitar Pantai Tanjung Bayur, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan penanaman pohon yang dilakukan PNM.“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PNM atas kepeduliannya terhadap lingkungan di sekitar kami. Penanaman pohon ini bukan hanya membuat kawasan menjadi lebih hijau dan nyaman, tetapi juga menjadi investasi untuk masa depan anak-anak kami. Semoga pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta membantu menjaga kelestarian Pantai Tanjung Bayur,” ungkap Yuliana.Melalui berbagai inisiatif tersebut, PNM menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak hanya berbicara tentang peningkatan ekonomi, tetapi juga tentang membangun ekosistem sosial dan lingkungan yang sehat agar masyarakat dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. (*)