Foto udara kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2025). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTOKawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, diperkirakan akan dipadati puluhan ribu pengunjung pada akhir pekan ini. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di kawasan tersebut untuk menghindari ruas jalan sekitar GBK guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas.Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional akan digelar di kawasan GBK pada Sabtu (6/6) dan Minggu (7/6). Jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 37.800 orang pada Sabtu dan meningkat menjadi 43.000 orang pada Minggu.“Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan keselamatan pengguna jalan,” kata Budi dalam keterangannya, Kamis (4/6).Sejumlah agenda besar yang digelar di kawasan tersebut antara lain konser EXO Planet #6 ExhOrizon in Jakarta di Indonesia Arena, konser Raisa “Love & Let Go” di Jakarta International Convention Center (JICC), Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Festival Jamu Nusantara 2026 di Hutan Kota GBK, hingga turnamen Hero E-Sport PUBG di Tennis Indoor.Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Dishub DKI menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sejumlah ruas jalan yang mengarah ke kawasan GBK. Pengaturan akan dilakukan berdasarkan kondisi kepadatan di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.Selain itu, Dishub juga menyiapkan petugas di titik-titik strategis untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan pengawasan parkir.Ilustrasi penonton konser musik. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparanBudi mengimbau pengunjung memanfaatkan kantong parkir resmi yang telah disediakan di kawasan GBK. Terdapat 10 kantong parkir yang mampu menampung 1.957 kendaraan roda empat dan 8.229 kendaraan roda dua.“Kami mengimbau pengunjung untuk memanfaatkan kantong-kantong parkir resmi yang telah disediakan dan tidak memarkir kendaraan di badan jalan karena dapat mengganggu kelancaran lalu lintas serta aktivitas masyarakat lainnya,” ujarnya.Dishub juga mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum saat menuju GBK. Kawasan tersebut terhubung dengan berbagai moda transportasi, mulai dari Transjakarta hingga MRT Jakarta melalui Stasiun Istora Mandiri.Budi Awaluddin, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kadis Kominfotik) Provinsi DKI Jakarta. Foto: Aditya Nugraha/kumparan“Penggunaan transportasi umum merupakan pilihan yang paling efektif untuk menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Transjakarta, MRT Jakarta, maupun Commuter Line agar perjalanan lebih nyaman, aman, dan efisien,” kata Budi.Lebih lanjut, Dishub meminta masyarakat yang tidak memiliki tujuan ke kawasan GBK untuk mencari jalur alternatif selama akhir pekan. Pengguna jalan juga diimbau mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas yang bertugas di lapangan.“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas selama berlangsungnya berbagai kegiatan di kawasan GBK. Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis seluruh kegiatan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu mobilitas masyarakat secara umum,” tutup Budi.Berikut rekayasa lalin yang disiapkan:Blok M menuju Utara (Tanah Abang) dapat melalui Jl. Panglima Polim-Jl. Kyai Maja-Jl. Sultan Iskandar Muda (berputar di depan Gandaria City)- Jl. Teuku Nyak Arief-Jl. Tentara Pelajar-Jl. Penjernihan-Jl. KH. Mas Mansyur-dan seterusnyaBlok M menuju ke Barat (Slipi) dapat melalui Jl. Panglima Polim-Jl. Kyai Maja-Jl. Sultan Iskandar Muda (berputar di depan Gandaria City)- Jl. Teuku Nyak Arief-Jl. Tentara Pelajar-Jl. Letjen S. Parman-dan seterusnyaBlok M menuju Timur (Kampung Melayu) dapat melalui Jl. Trunojoyo-Jl. Wolter Monginsidi-Jl. Gunawarman-Jl. Senopati-Jl. Suryo-Jl. Kapten Tendean-Jl. H.R. Rasuna Said-Jl. Prof. Dr. Satrio-Jl. Raya Casablanca-dan seterusnyaTanah Abang menuju ke Selatan (Blok M) dapat melalui Jl. K.H. Mas Mansyur-Jl. Penjernihan-Jl. Penjompongan-Jl. Tentara Pelajar-Jl. Teuku Nyak Arief-Jl. Kebayoran Baru-Jl. Kyai Maja-Jl. Panglima Polim-dan seterusnyaSlipi menuju Selatan (Blok M) dapat melalui Jl.Letjen S Parman-Jl. Tentara Pelajar-Jl. Teuku Nyak Arief-Jl. Kebayoran Baru-Jl. Pakubuwono VI-Jl. Bumi-Jl. Kyai Maja-Jl. Panglima Polim-dan seterusnyaSlipi menuju Timur (Tebet) dapat melalui Jl. S Parman-Jl. Pejompongan-Jl. Penjernihan-Jl. RM Margono-Jl. Galunggung-Jl.Dr Saharjo-Jl. Prof Dr Soepomo-Jl. MT Haryono-dan seterusnyaTebet menuju Barat (Slipi) dapat melalui Jl. Kapten Tendean-Jl. Wolter MonginsidiJl. Trunojoyo-Jl. Kyai Maja-Jl. Sultan Iskandar Muda (berputar di depan Gandaria City)- Jl. Teuku Nyak Arief-Jl. Tentara Pelajar-Jl. Letjen S. Parman-dan seterusnya.