Ilustrasi ATM BSI. Foto: ShutterstockPT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,51 triliun kepada para pemegang saham hari ini, Jumat (5/6). Perseroan menetapkan pembagian dividen sebesar 20 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp 7,57 triliun. Dengan keputusan tersebut, pemegang saham akan menerima dividen senilai Rp 32,81 per saham, meningkat 44 persen dibandingkan dividen tahun sebelumnya yang ada di Rp 22,78 per saham.Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, mengatakan pembagian dividen tersebut merupakan upaya perusahaan untuk terus memberikan imbal hasil kepada pemegang saham, sejalan dengan pertumbuhan kinerja usaha yang berkelanjutan. Dividen akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan per 19 Mei 2026.“Kami mengucapkan terima kasih atas loyalitas nasabah dan kepercayaan para pemegang saham kepada Bank Syariah Indonesia. Dengan kinerja yang solid sepanjang tahun 2025, pemegang saham memutuskan pembagian dividen sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian Perseroan. Saat ini kami terus memperkuat fundamental bisnis untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Wisnu melalui keterangan tertulis, Jumat (5/6).Wisnu mengungkapkan kinerja positif BSI sepanjang 2025 didorong oleh pertumbuhan pembiayaan yang tetap terjaga, peningkatan penghimpunan dana murah (CASA), terutama dari tabungan haji dan layanan bullion bank, serta percepatan transformasi digital yang memperluas akses layanan kepada masyarakat.Selain itu, kata Wisnu, pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah dan penguatan kapabilitas digital untuk menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih praktis dan nyaman juga mendukung pertumbuhan basis nasabah BSI hingga mencapai 23,7 juta pelanggan pada awal 2026.“Pembagian dividen ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada seluruh pemegang saham, nasabah, serta pemangku kepentingan. BSI optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” tutur Wisnu.