Israel serang Lebanon Selatan pada Sabtu (16/5). Foto: AFPIsrael dan Lebanon sepakat gencatan senjata, Rabu, (4/6) waktu setempat. Namun, dalam kesepakatan Hizbullah diminta menghentikan total serangan-serangan ke Israel.Gencatan senjata tertuang dalam sebuah pernyataan bersama usai perundingan dua negara, yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) dan digelar di Washington.“Gencatan senjata bergantung pada penghentian total tembakan oleh Hizbullah serta evakuasi anggota kelompok tersebut dari Lebanon selatan,” ujar kesepakatan gencatan senjata tersebut seperti dikutip dari Reuters.Israel dan Lebanon tidak memiliki hubungan diplomatik. Meski demikian, dalam kesepakatan gencatan mereka sepakat membentuk apa yang disebut zona percontohan.Zona itu adalah tempat di mana angkatan bersenjata Lebanon diberi wewenang kendali penuh suatu kawasan, tanpa harus melibatkan aktor non-negara.Perkembangan terbaru ini terwujud meski baku tembak perbatasan kedua negara terus berlanjut. Hizbullah menyebut, baku tembak menargetkan tentara Israel.Sebelum rangkaian tembakan dari Hizbullah di perbatasan, tentara Israel meluncurkan serangan ke selatan Lebanon. Akibatnya delapan orang warga tewas.Adapun negosiasi berujung gencatan senjata merupakan hasil negosiasi tahap empat Israel-Lebanon. Negosiasi digelar usai pertempuran antara Israel dan milisi Hizbullah di Lebanon pecah pada 2 Maret 2025 lalu.“Kedua belah pihak akan kembali bertemu pada pekan 22 Juni, dengan tujuan mencapai kesepakatan yang komprehensif,” ujar kesepakatan itu.