Pemkot Balikpapan Kejar Perluasan MBG untuk Ibu Hamil, Menyusui dan Balita, Ditarget Rampung Pekan Ini

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menargetkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah beroperasi dapat mulai melayani kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, paling lambat pada pekan ini.Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo mengatakan percepatan dilakukan menyusul arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN), agar seluruh pelaksana MBG yang sudah beroperasi tidak hanya melayani peserta didik, tetapi juga memberikan manfaat kepada kelompok rentan yang menjadi sasaran program."Sebagian dapur MBG sudah berjalan dan melayani kelompok 3B. Namun BGN meminta seluruh dapur yang telah beroperasi di Balikpapan dapat memberikan manfaat kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," kata Bagus, usai memimpin rapat koordinasi bersama Korwil BGN Balikpapan, SPPG, dan sejumlah organisasi perangkat daerah, di Balai Kota Balikpapan, pada Rabu (3/6/2026).Untuk mempercepat realisasi program tersebut, Pemkot Balikpapan menggelar rapat koordinasi yang mempertemukan seluruh SPPG, Koordinator Wilayah BGN Balikpapan, serta organisasi perangkat daerah terkait.Menurut Bagus, tantangan utama saat ini adalah penyelesaian pendataan calon penerima manfaat. Data ibu hamil, ibu menyusui, dan balita berasal dari instansi teknis yang membidangi keluarga dan kesehatan masyarakat, sehingga perlu disinkronkan sebelum diserahkan kepada masing-masing dapur MBG."Kami memfasilitasi percepatan pendataan agar segera diterima oleh SPPG. Begitu data diterima, maka penyaluran makan bergizi gratis kepada kelompok 3B bisa langsung dilaksanakan," ujarnya.Saat ini, sedikitnya 12 SPPG di Balikpapan telah mulai menyalurkan manfaat MBG kepada kelompok 3B dengan jumlah penerima mencapai sekitar 300 orang. Pemerintah kota optimistis cakupan tersebut akan bertambah setelah proses pendataan selesai."Mudah-mudahan Jumat ini atau paling lambat minggu ini seluruh SPPG yang sudah aktif dapat memberikan manfaat kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," katanya.Selain mempercepat pendataan, Pemkot Balikpapan juga memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar yang ditetapkan BGN untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan.Bagus menjelaskan terdapat sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi, mulai dari sertifikasi juru masak, Sertifikat Hygiene Sanitasi Laik Fungsi (SHLF), kelengkapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga sertifikasi halal."Persyaratan ini penting untuk memastikan makanan yang diberikan aman dikonsumsi, higienis, dan memenuhi standar kesehatan sehingga tidak menimbulkan risiko bagi penerima manfaat," jelasnya.Ia memastikan persoalan IPAL yang sebelumnya menyebabkan beberapa dapur menghentikan sementara operasional kini telah diselesaikan. Seluruh dapur yang sempat terkendala disebut sudah membangun fasilitas yang dipersyaratkan dan kembali beroperasi.Sementara untuk sertifikasi halal, prosesnya akan difasilitasi melalui kerja sama dengan Kementerian Agama dan Bank Indonesia, guna mempercepat pemenuhan persyaratan bagi seluruh dapur MBG di Balikpapan. lihat foto Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo saat memimpin rapat koordinasi bersama Korwil BGN Balikpapan, SPPG, dan sejumlah organisasi perangkat daerah, di Balai Kota Balikpapan, pada Rabu (3/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken SulastriBagus menegaskan Pemkot Balikpapan akan terus mendukung percepatan Program Makan Bergizi Gratis agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, tidak hanya oleh pelajar tetapi juga kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi. "Tugas kami adalah memfasilitasi seluruh pihak agar penyaluran manfaat MBG berjalan lebih cepat," terangnya.Bagus berharap anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat memperoleh manfaat program ini secara optimal. "Jadi tugas kami, untuk memfasilitasi teman-teman dari mitra atau teman-teman dari Korwil BGN, untuk bisa mempercepat proses penerimaan manfaat MBG terhadap anak sekolah dan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," tutupnya. (*)