Pemerintah Sepakat Naikkan HET MinyaKita, Angkanya Masih Dibahas

Wait 5 sec.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOPemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita menyusul kenaikan harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dalam satu atau dua minggu ke depan. Saat ini HET MinyaKita masih di Rp 15.700 per literMenteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil pembahasan bersama dalam rapat yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.“Menindaklanjuti rapat sebelumnya di kantor Kemenko Pangan, jadi hari ini kita menyepakati akan menaikkan harga eceran tertinggi (HET) untuk MinyaKita,” ujar Budi saat konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (4/6).“Memang harganya belum disepakati, dan (belum juga disepakati) kapan akan ditentukan untuk penetapannya,” tambahnya.MinyaKita di Pasar Jaya Cijantung Jakarta Timur pada Rabu (4/9/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparanBudi mengatakan pemerintah masih mencermati pergerakan harga CPO yang menjadi faktor utama dalam penentuan harga MinyaKita. Ia menjelaskan harga CPO sempat mengalami kenaikan cukup tinggi sebelum kembali mengalami koreksi. “Memang harga CPO naik ya, harga CPO naik kemarin rata-rata Rp 15.445 per kg ya. Tapi kemarin sempat turun lagi menjadi Rp 14.000 sekian (per kg), dan kemarin harga TBS sudah sempat turun, tapi sekarang sudah mulai naik lagi,” ungkap Budi.Budi menekankan pemerintah akan menunggu harga CPO stabil sebelum menetapkan harga pasti kenaikan HET MinyaKita. Ia memperkirakan keputusan final mengenai penyesuaian HET MinyaKita bakal diambil dalam satu atau dua pekan ke depan.“Ya, jadi tadi sepakat seperti itu, mungkin dalam waktu 1 sampai 2 minggu, segera kita lakukan penyesuaian apabila harga relatif normal ya, harga CPO,” tutur Budi.