Purbaya Ungkap Hasil Pertemuan dengan S&P, Paparkan Kondisi Ekonomi RI

Wait 5 sec.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Wisma Danantara, Minggu (31/5/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparanMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan hasil pertemuannya dengan lembaga pemeringkat global Standard & Poor’s (S&P) pada Rabu (3/6) malam. Dalam diskusi tersebut, pemerintah memaparkan kondisi terkini perekonomian Indonesia, termasuk upaya menjaga kesehatan fiskal dan prospek pertumbuhan ekonomi ke depan.Purbaya menilai pertemuan itu menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menjelaskan fondasi ekonomi secara menyeluruh, agar dipahami oleh lembaga pemeringkat internasional tersebut.“Pada dasarnya kita jelaskan posisi kita semaksimal mungkin seperti apa, biar mereka mengerti fondasi ekonomi kita seperti apa. Kewajiban kita kan itu,” kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Kamis (4/6).Menurutnya, S&P masih mengumpulkan berbagai informasi sebelum menyampaikan hasil kajian internal mereka terkait kondisi ekonomi Indonesia. Karena itu, pemerintah berupaya memberikan penjelasan selengkap mungkin mengenai berbagai indikator ekonomi dan fiskal yang menjadi perhatian.“Jadi dia hanya mencari informasi dan kita jelaskan semaksimal mungkin dari sisi kita. Utamanya keseriusan kita menjaga defisit di bawah 3 persen dan kita jelaskan cara-cara tahun ini mau ke tahun depan,” ungkapnya.Dalam pertemuan tersebut, Purbaya juga memaparkan sejumlah perkembangan ekonomi yang dinilai positif. Salah satunya adalah perbaikan pertumbuhan ekonomi dibandingkan tahun sebelumnya, serta peningkatan penerimaan negara yang cukup signifikan.Purbaya mencontohkan realisasi penerimaan pajak pada Mei 2026 yang tumbuh 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang menunjukkan ketahanan fiskal Indonesia masih terjaga.Selain itu, pemerintah juga menjelaskan berbagai langkah yang ditempuh untuk menjaga kesinambungan fiskal, termasuk komitmen mempertahankan rasio defisit anggaran tetap di bawah batas yang ditetapkan.Purbaya menegaskan kondisi fiskal Indonesia saat ini masih berada dalam kategori aman.“Pada dasarnya aman. Di bulan Mei, defisitnya naik sedikit dibanding April ke 0,7 persen. Tapi kalau itu (Mei) kan 5 bulan, yang itu (April) kan 4 bulan. Kalau kita hitung 12 per 5 kali 0,7, kasarannya ya antara 1,8 persen ke PDB Rasio defisitnya,” katanya.Dengan perhitungan tersebut, Purbaya menilai posisi defisit anggaran masih jauh di bawah ambang batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang selama ini menjadi acuan pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal.