Cucun Desak Kemenkeu dan BI Segera Konsolidasi Fiskal-Moneter untuk Atasi Pelemahan Rupiah

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendesak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) segera mengonsolidasikan kebijakan fiskal dan moneter guna mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp18.000 per dolar AS.Cucun menegaskan bahwa Bank Indonesia memiliki pengalaman dan kemampuan yang memadai dalam menjalankan operasi moneter setiap kali terjadi gejolak atau fluktuasi nilai tukar rupiah."Kita minta Menteri Keuangan terus solid bersama Bank Indonesia dalam menjalankan fungsi fiskal dan moneter ini," kata Cucun di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.Menurut Cucun, pemerintah harus merespons pergerakan nilai tukar rupiah secara serius, cepat, dan terukur agar tekanan terhadap perekonomian nasional tidak semakin besar.Ia juga mengingatkan bahwa DPR RI telah menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi undang-undang.Melalui Undang-Undang P2SK tersebut, pemerintah memiliki ruang yang lebih luas untuk menerapkan berbagai instrumen dan skema kebijakan guna menahan laju pelemahan rupiah serta menjaga stabilitas ekonomi nasional."Itu penting. Sekarang yang harus dilakukan segera. Mau siapa yang memulai, Menteri Keuangan atau BI, yang jelas harus segera melakukan konsolidasi," ujarnya.Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meyakini kementerian dan lembaga terkait terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar pelemahan rupiah tidak semakin dalam.Saan menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.Untuk mencapai target tersebut, ia meminta seluruh otoritas terkait segera mengambil langkah konkret, terukur, dan terkoordinasi."Seluruh otoritas yang bertanggung jawab harus menangani masalah ini secara serius," kata Saan. (*)