BorneoFlash.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta Barat, pada 2/6/2026. Ia memeriksa seluruh proses produksi, mulai dari budidaya bahan pangan, pengolahan, hingga pengemasan makanan. Setelah itu, Prabowo mengunjungi SMPN 111 Jakarta dan menyantap menu MBG bersama para siswa.Pada malam harinya, pemerintah mengganti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakil kepala, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Pemerintah menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala.Beberapa jam kemudian, Kejaksaan Agung menggeledah kantor BGN dan menjemput Dadan, Sony, serta Lodewyk untuk diperiksa. Penyidik kemudian menetapkan ketiganya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Program MBG.Pada 3/6/2026, Prabowo menghadiri konsolidasi nasional Program MBG di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, yang diikuti lebih dari 12 ribu mitra dan pelaksana program. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas makanan dan mencegah penyimpangan anggaran.Prabowo juga mengingatkan seluruh pelaksana agar tidak melakukan korupsi. Ia memperagakan standar porsi makanan di atas panggung dan meminta telur disajikan dalam bentuk rebus atau ceplok untuk menjaga kualitas serta transparansi.Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan langkah korektif pemerintah terhadap Program MBG. Evaluasi yang berlangsung hampir satu setengah tahun menemukan berbagai persoalan, mulai dari pelanggaran SOP, lemahnya tata kelola, hingga kualitas makanan yang tidak memenuhi standar.Sebelumnya, berbagai laporan masyarakat, hasil kajian Ombudsman, dan inspeksi lapangan juga mengungkap masalah serupa. Ombudsman mencatat potensi maladministrasi, termasuk kasus keracunan makanan, keterlambatan pembayaran petugas, serta dugaan afiliasi politik sejumlah yayasan mitra.Kejaksaan Agung kini mengusut dugaan korupsi dalam pengelolaan MBG. Penyidik menemukan indikasi penunjukan yayasan yang tidak memenuhi syarat, praktik mark-up pengadaan barang, serta dugaan jual beli lokasi dapur SPPG. Penyidik memperkirakan kerugian negara mencapai sekitar Rp1 triliun.Langkah tegas Prabowo mengganti pimpinan BGN dan memperkuat pengawasan menjadi sinyal penting untuk memulihkan kredibilitas Program MBG. Namun, pemerintah juga perlu memperbaiki sistem pengawasan, transparansi mitra, dan mekanisme audit agar anggaran ratusan triliun rupiah benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia. (*)