Mendag Budi Santoso Ungkap Impor Barang Konsumsi Melonjak 56,67 Persen pada April 2026

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa impor barang konsumsi menjadi penyumbang terbesar kenaikan impor Indonesia pada April 2026 dengan pertumbuhan 56,67 persen. Impor bahan baku dan penolong menyusul dengan kenaikan 35,46 persen, sedangkan impor barang modal meningkat 6,33 persen.Kementerian Perdagangan mencatat nilai impor Indonesia pada April 2026 mencapai 25,21 miliar dolar AS. Angka tersebut naik 31,28 persen dibandingkan Maret 2026 dan tumbuh 22,49 persen dibandingkan April tahun sebelumnya.Budi Santoso menjelaskan bahwa seluruh kelompok barang mencatat kenaikan impor. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat sekaligus kebutuhan industri terhadap bahan baku dan barang modal."Kenaikan impor terjadi pada seluruh golongan penggunaan barang. Kondisi ini mengindikasikan peningkatan kebutuhan konsumsi masyarakat serta kebutuhan industri terhadap bahan baku dan barang modal," kata Budi di Jakarta, Kamis.Secara bulanan, pertumbuhan impor migas sebesar 45,09 persen dan impor nonmigas sebesar 28,55 persen mendorong kenaikan impor Indonesia.Selama periode Januari–April 2026, Indonesia membukukan total impor sebesar 86,51 miliar dolar AS atau meningkat 13,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan impor migas sebesar 17,58 persen dan impor nonmigas sebesar 12,70 persen menopang kenaikan impor pada periode tersebut.Berdasarkan kelompok penggunaan barang, impor barang modal mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,02 persen. Impor barang konsumsi naik 15,68 persen, sedangkan impor bahan baku dan penolong meningkat 11,67 persen.Budi menyebut peningkatan impor barang modal terutama berasal dari bertambahnya impor komputer, pesawat udara, mesin elektroplating dan elektrolisis, mesin pengolah suhu, serta mobil listrik.Dari sisi komoditas, kendaraan udara dan bagiannya mencatat kenaikan impor nonmigas tertinggi selama Januari–April 2026 dengan lonjakan mencapai 516,83 persen. Komoditas garam, belerang, batu dan semen juga meningkat 84,65 persen, diikuti bijih logam, terak dan abu 63,15 persen, berbagai produk kimia 37,72 persen, serta buah-buahan 34,75 persen.Berdasarkan negara asal, Tiongkok, Jepang, dan Australia masih mendominasi impor nonmigas Indonesia dengan kontribusi gabungan mencapai 53,12 persen. Sementara itu, impor nonmigas dari Meksiko mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 282,69 persen, disusul Federasi Rusia sebesar 125,56 persen dan Argentina sebesar 117,65 persen. (*)