Garuda Indonesia Mitigasi Dampak Kepadatan Jemaah Haji di Jeddah

Wait 5 sec.

Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Darryl Ramadhan/kumparanPT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan mitigasi berupa koordinasi dengan otoritas kebandarudaraan di Arab Saudi serta para pemangku kepentingan terkait, guna memastikan kelancaran operasional fase pemulangan jemaah haji Indonesia.Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran proses kepulangan jemaah sekaligus mengantisipasi dampak penyesuaian operasional yang tengah berlangsung di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.Garuda Indonesia memastikan bahwa seluruh jemaah pada penerbangan kloter 2 embarkasi Banten (JKB02) telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu (3/6) pukul 13.45 WIB. Penerbangan tersebut sebelumnya diberangkatkan dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah pada Selasa (2/6) pukul 22.55 waktu setempat."Adapun penyesuaian jadwal pada sejumlah penerbangan terjadi seiring adanya kepadatan aktivitas operasional di Bandara Internasional King Abdulaziz yang berdampak pada proses keberangkatan beberapa penerbangan selama periode pemulangan jemaah haji, termasuk penerbangan Haji Garuda Indonesia," ujar Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, dalam keterangannya, Jumat (4/6).Kementerian Haji dan Umrah terus melakukan pemantauan dan koordinasi terkait kepulangan sejumlah jemaah umrah Indonesia yang mengalami penjadwalan ulang penerbangan di Arab Saudi. Foto: Bakom RISelain JKB02, kondisi tersebut turut memengaruhi penerbangan kloter 3 embarkasi Ujung Pandang, kloter 2 embarkasi Medan, kloter 2 embarkasi Yogyakarta, serta dua penerbangan ONH Plus dengan nomor penerbangan GA981 dan GA993. Saat ini, seluruh penerbangan tersebut telah diberangkatkan menuju destinasi masing-masing."Garuda Indonesia bersama otoritas bandara setempat terus melakukan koordinasi dan langkah mitigasi operasional guna memastikan proses pemulangan jemaah haji dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai standar layanan yang ditetapkan," jelasnya.Dicky menjelaskan, selama proses penanganan berlangsung, Garuda Indonesia juga memastikan para jemaah memperoleh pendampingan dan layanan yang diperlukan, termasuk pemenuhan hak-hak jemaah haji sesuai ketentuan yang berlaku."Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para jemaah, serta turut menyampaikan terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan kerja sama seluruh jemaah atas penyesuaian jadwal yang terjadi," kata Dicky.Ke depan, Garuda Indonesia akan terus mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait guna menjaga kelancaran operasional penerbangan serta memastikan proses pemulangan jemaah haji Indonesia dapat berlangsung dengan baik hingga akhir fase operasional haji tahun ini.