Transfer Dana Pusat Baru 23 Persen, Sejumlah Proyek di Kukar Masih Tertahan

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, KUKAR – Sejumlah kegiatan pembangunan yang melibatkan pihak ketiga di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) hingga kini belum memasuki tahap pelaksanaan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memilih menerapkan langkah kehati-hatian dengan memastikan kondisi pendanaan lebih aman sebelum proyek dijalankan.Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, transfer dana dari pemerintah pusat yang masuk ke kas daerah hingga saat ini baru mencapai sekitar 23 persen. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah belum terburu-buru merealisasikan sejumlah program pembangunan.Menurutnya, kebijakan tersebut diambil untuk menghindari munculnya kewajiban pembayaran di akhir tahun akibat pelaksanaan kegiatan yang tidak didukung ketersediaan anggaran."Kita ingin memastikan uangnya masuk dulu baru kegiatan diproses. Kebijakan ini diambil karena kita tidak ingin menyisakan utang di akhir tahun," kata Aulia, pada Rabu (3/6/2026).Selain faktor pendanaan, Pemkab Kukar juga masih mencermati perkembangan harga material konstruksi yang dipengaruhi fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar dolar Amerika Serikat.Aulia menjelaskan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap biaya pelaksanaan proyek di lapangan. Pemerintah daerah ingin memastikan harga satuan material yang digunakan sesuai dengan kondisi terkini sehingga tidak menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan pekerjaan."Kita ingin memastikan harga satuan material sesuai kondisi sebenarnya. Jangan sampai kontraktor mengalami kerugian karena adanya selisih harga yang cukup besar," ujarnya.Ia menambahkan, langkah menahan sejumlah kegiatan bukan berarti pembangunan dihentikan. Pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan terhadap program-program prioritas sambil menunggu perkembangan kondisi keuangan daerah.Menurut Aulia, evaluasi terhadap kinerja keuangan akan dilakukan setelah semester pertama tahun anggaran berakhir. Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pada perubahan anggaran, termasuk pelaksanaan sejumlah program pembangunan yang saat ini masih menunggu kepastian pendanaan.Pemkab Kukar berharap kondisi pendapatan daerah dan transfer dana dari pemerintah pusat dapat membaik pada semester kedua, sehingga berbagai program pembangunan yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan. (*)