Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 G Diesel 2025 di diler Auto2000 Basuki Rachmat, Surabaya, Kamis (11/12/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparanToyota Kijang Innova Reborn ternyata banyak diubah tampilannya agar menyerupai Venturer. Tren ini masih diminati pemilik mobil, terutama yang ingin mendapatkan tampilan lebih premium dengan mengganti sejumlah komponen original Toyota.Muhammad Bobby, pemilik Bobby Spec Rare Item, mengatakan permintaan ubahan tersebut terus mengalir sampai sekarang. Innova Reborn jadi model yang paling banyak masuk ke tempatnya.“Permintaan paling banyak dari Innova Reborn karena yang tipe G itu masih keluar, apalagi sejak Venturer berhenti diproduksi. Harga Venturer bekas sama Innova Reborn tipe G baru itu sekarang sama, jadi mending dia beli baru terus di-upgrade,” ujarnya kepada kumparan saat ditemui di Mega Glodok Kemayoran (MGK), Jakarta Pusat, Kamis (8/10).Spion mobil Toyota Kijang Innova Venturer dengan fitur lipat otomatis dan welcome light. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMenurutnya, tren modifikasi Innova ke tampilan yang lebih modern sudah dilakukan sejak sekitar tahun 2015 sebelum kehadiran Venturer. Saat itu, Innova facelift alias Barong lansiran 2013-2014 tampilannya diubah menjadi Innova Reborn.Bobby bilang, porsi modifikasi tampilan dari Barong ke Reborn maupun Reborn ke Venturer sama-sama masih mendominasi penjualan di bengkelnya. Ia menyebut, permintaan yang datang dari keduanya sekitar 50:50 di tahun ini.“Untuk sekarang spion yang ramai, karena tipe G belum ada retract. Spion itu bukan dimodifikasi, kami ganti full set pakai punya Venturer asli, ada welcome light. Nanti dapat tombol yang ori sama cover door trim, jadi tidak custom,” jelasnya.Setir mobil Toyota Kijang Innova Venturer. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanSetir jadi bagian berikutnya yang paling sering diganti pemilik Innova Reborn tipe G. Lingkar kemudi bawaan tipe G memakai bahan karet tanpa panel kayu, berbeda dengan milik Venturer yang berlapis kulit.Setir Venturer turut membawa layar informasi berkendara atau MID pada panel instrumen. Layar tersebut baru menyala setelah panel instrumen model jarum diganti dengan versi digital.“Kalau orang ganti setir ke sini, yang utama safety dulu, airbag wajib kami aktifkan. Setelah itu baru fungsi tombol, itu harus aktif di sini. Sebelum aktif, head unit harus support dulu, kalau head unit masih standar bawaan pabrik tidak bisa,” terangnya.Bobby sepenuhnya menggunakan barang baru genuine parts dari pabrikan untuk setiap penggantian komponen. Ia tidak ingin menggunakan barang after market yang ramai beredar di pasaran sebab dinilai kurang presisi.