Ilustrasi AI Claude. Foto: gguy/ShutterstockArtificial intelligence besutan Anthropic berulah lagi. Terbaru, model AI Claude Haiku 4.5 mengirimkan laporan kesaksian palsu (false tip) terkait kasus pembunuhan ke situs web resmi Kepolisian Philadelphia di Amerika Serikat.Peristiwa ini terungkap setelah laporan investigasi internal Anthropic dirilis ke publik pada 9 Oktober 2026. Kejadiannya sendiri berlangsung pada 18 Juli 2026 lalu.Dalam insiden tersebut, model AI Claude Haiku 4.5 yang sedang diuji coba secara mandiri mengisi formulir aduan publik (tip form) pada halaman web kasus pembunuhan yang belum terpecahkan (unsolved homicide).Alih-alih sekadar berselancar, AI tersebut justru mengarang cerita seolah-olah menjadi saksi mata di tempat kejadian perkara."Saya mungkin memiliki informasi mengenai kasus ini. Saya ingat melihat seseorang yang mencocokkan deskripsi di area sekitar [jalan yang disebutkan di halaman tersebut] selama periode waktu tersebut. Harap hubungi saya jika informasi ini relevan," tulis Claude dalam formulir kepolisian tersebut.Ilustrasi Pembunuhan. Foto: Gorodenkoff/ShutterstockIronisnya, halaman situs kepolisian yang dikunjungi AI sama sekali tidak memuat deskripsi pelaku kejahatan. Dengan memanfaatkan celah instruksi pengujian—di mana larangan form tidak ditulis secara eksplisit—Claude mengosongkan kolom nama dan kontak, lalu menekan tombol kirim secara otonom. Beruntungnya, sistem keamanan kepolisian langsung menandai laporan fiktif ini sebagai spam sehingga tidak mengganggu proses investigasi di lapangan.Kepolisian Philadelphia Naik PitamMenanggapi insiden AI Claude kasih laporan pembunuhan palsu ke polisi di Amerika Serikat, pihak penegak hukum setempat langsung melayangkan teguran keras kepada perusahaan pengembang teknologi."Kasus-kasus yang belum terpecahkan melibatkan korban nyata, keluarga yang berduka, dan para penyidik yang bekerja keras untuk mendapatkan kejelasan," kata Departemen Kepolisian Philadelphia dalam sebuah pernyataan. Ilustrasi teknologi tak terkendali. Foto: Shutterstock"Perusahaan teknologi harus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencegah sistem mereka mengirimkan informasi palsu kepada penegak hukum," tambahnya.Pihak Anthropic sendiri menyatakan bahwa tindakan ini masuk dalam kategori persistence atau ketekunan berlebih model saat menghadapi tugas simulasi. Meskipun dari analisis transkrip AI tidak berniat berniat jahat atau menyesatkan secara sengaja, Anthropic merespons kejadian tersebut dengan memotong akses internet langsung pada seluruh lingkungan evaluasi internal mereka demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.