Karhutla Gunung Lawu Capai 100 Ha, Kapolda Jateng Dorong Status Tanggap Darurat

Wait 5 sec.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Roy Hardi Siahaan, meninjau posko karhutla Gunung Lawu, Jawa Tengah. Foto: Dok. IstimewaKebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu, wilayah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, meluas. Area yang terbakar kini luasnya telah mencapai 100 hektare.Atas kejadian tersebut Kapolda Jateng, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, mendorong ditetapkannya status tanggap darurat bencana.Hal itu diungkapkan Roy saat meninjau Posko Penanganan Karhutla Gunung Lawu di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (17/10).Roy mengapresiasi kerja keras satgas gabungan yang terus melokalisir pergerakan api. Pemadaman darat di atas lereng saat ini sangat terbatas karena hanya mengandalkan peralatan konvensional."Kita sudah mulai melokalisir, tetapi memang kondisinya untuk naik ke atas itu tidak memungkinkan dengan menggunakan alat-alat apa pun selain alat-alat konvensional sehingga kita menggunakan alat apa adanya," kata Roy, Sabtu (17/10)Dia mengatakan, Polda Jateng berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk mengerahkan bantuan helikopter guna melakukan pemadaman dengan metode water bombing."Kami mencoba secara vertikal dari kepolisian berkomunikasi dengan Mabes Polri, dalam hal ini Asops Kapolri, untuk mendapatkan bantuan helikopter yang ada di Semarang supaya nanti bisa kesini membawa alat yang nanti jadi water bombing," kata Roy.Kapolda Jawa Tengah, Irjen Roy Hardi Siahaan, meninjau posko karhutla Gunung Lawu, Jawa Tengah. Foto: Dok. IstimewaIa juga mendorong penetapan status tanggap darurat bencana agar BNPB pusat dapat memimpin komando penanganan, termasuk mengerahkan teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bersama BMKG."Kita komunikasi dengan stakeholder terkait akan dilakukan penetapan status terkait kondisi bencana yang ada ini. Penetapan status ada di ranah teman-teman di BNPB dan Pemkab Karanganyar, itu sedang dalam proses,” ucap dia.Setelah ditetapkan status tanggap darurat, kata dia, BNPB nanti turun sebagai koordinator kegiatan penanggulangan.Menurutnya, langkah penetapan status darurat ini dinilai mendesak guna mencegah pergerakan api meluas ke wilayah Jawa Timur akibat tiupan angin kencang."Khawatir ini kan terjadi seperti tahun 2023 yang tidak bisa kita prediksi tentang angin ini, melebarnya nanti bisa jadi sampai ke Jawa Timur. Oleh karena itu kita berupaya maksimal supaya segera ditetapkan statusnya," katanya.Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, memastikan jajaran Pemkab Karanganyar tengah menyiapkan penerbitan surat status tanggap darurat bencana."Secepatnya untuk on process kita siapkan untuk surat menyuratnya status tanggap darurat bencana,” kata Adhe.Petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah. Foto: Dok. IstimewaAdhe menambahkan sekat bakar manual sepanjang 5 meter kerap tak mampu menahan api saat angin gunung berembus kencang, sehingga bantuan water bombing sangat dibutuhkan."Teman-teman luar biasa dari pagi membuat sekat manual dengan membersihkan blangkrah agar api tidak membesar. Namun kalau angin gunung tetap membawa api. Makanya ini tadi biar ada water bombing," katanyaKepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Sugiharjo, menambahkan estimasi area terbakar meluas hingga sekitar 100 hektare. Angka ini membengkak dari perkiraan awal sebesar 34,55 hektare.“Sebanyak 344 personel gabungan kini disiagakan di berbagai titik krusial, seperti Posko Cemoro Kandang dan jalur pendakian Tambak,” pungkasnya.