Suasana khidmat menyelimuti lereng Gunung Gamalama, Ternate, Maluku Utara, pada Minggu (18/10). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTOSejumlah warga tampak memanjatkan doa khusyuk di hadapan sang gunung agung sebelum memulai pendakian menuju puncak. Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTORitual adat bertajuk Fere Kie tersebut merupakan tradisi tahunan yang terus dirawat oleh masyarakat setempat. Kegiatan ini diikuti oleh warga dari Desa Marikurubu, Moya, serta komunitas adat Fere Kie. Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTOTujuan utama dari pendakian ini adalah untuk melakukan ziarah ke zere—makam keramat yang berada di puncak Gunung Gamalama dan memohon perlindungan kepada Tuhan agar Ternate terhindar dari berbagai bencana alam serta memohon keselamatan bagi masyarakat setempat. Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTOSuasana khidmat menyelimuti lereng Gunung Gamalama, Ternate, Maluku Utara, pada Minggu (18/10). Sejumlah warga tampak memanjatkan doa khusyuk di hadapan sang gunung agung sebelum memulai pendakian menuju puncak.Ritual adat bertajuk Fere Kie tersebut merupakan tradisi tahunan yang terus dirawat oleh masyarakat setempat. Kegiatan ini diikuti oleh warga dari Desa Marikurubu, Moya, serta komunitas adat Fere Kie.Tujuan utama dari pendakian ini adalah untuk melakukan ziarah ke zere—makam keramat yang berada di puncak Gunung Gamalama dan memohon perlindungan kepada Tuhan agar Ternate terhindar dari berbagai bencana alam serta memohon keselamatan bagi masyarakat setempat.Perangkat Bobato Akhirat Kesultanan Ternate (kanan) berziarah ke zere (makam keramat) di puncak Gunung Gamalama dalam ritual adat Fere Kie di Ternate, Maluku Utara, Minggu (18/10/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO