Ribuan orang turun ke jalan memprotes kondisi pendidikan yang buruk, kenaikan biaya kuliah, hingga terbatasnya prospek kerja di bawah pemerintahan Perdana Menteri Albania Edi Rama. Foto: Florion Goga/REUTERSUnjuk rasa yang dipimpin oleh mahasiswa di Ibu Kota Tirana tersebut akhirnya berujung ricuh pada Sabtu (17/10/2026). Foto: Florion Goga/REUTERSKekerasan meningkat pada malam hari di dekat Kementerian Pendidikan saat massa melempar batu bata, bom molotov, hingga merusak barikade. Foto: Florion Goga/REUTERSPara demonstran yang tergabung dalam gerakan 'Revolusi Flamingo' menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama atas tuduhan korupsi dan ketimpangan sosial. Foto: Florion Goga/REUTERSFoto: Florion Goga/REUTERSRibuan orang turun ke jalan memprotes kondisi pendidikan yang buruk, kenaikan biaya kuliah, hingga terbatasnya prospek kerja di bawah pemerintahan Perdana Menteri Albania Edi Rama.Unjuk rasa yang dipimpin oleh mahasiswa di Ibu Kota Tirana tersebut akhirnya berujung ricuh pada Sabtu (17/10/2026).Kekerasan meningkat pada malam hari di dekat Kementerian Pendidikan saat massa melempar batu bata, bom molotov, hingga merusak barikade.Para demonstran yang tergabung dalam gerakan 'Revolusi Flamingo' menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama atas tuduhan korupsi dan ketimpangan sosial.Seorang demonstran melempar batu ke arah polisi selama bentrokan sengit dalam protes anti-pemerintah oleh mahasiswa di Tirana, Albania, Sabtu (17/10/2026). Foto: Louisa Gouliamaki/REUTERS