Banyak Mobil Peugeot Lawas Rusak Usai Diservis di Bengkel Umum

Wait 5 sec.

Servis Peugeot 407 di Kamil Motor, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMobil Peugeot lawas menuntut penanganan yang berbeda dibandingkan mobil Eropa lain. Pemilik harus cermat dalam memilih tempat servis karena tidak semua bengkel umum bisa menangani mobil besutan Prancis tersebut.Hal itu disampaikan oleh Kamil, pemilik bengkel spesialis Peugeot Kamil Motor. Selama 22 tahun menjalani usaha bengkel, kerusakan terberat yang masuk ke tempatnya justru datang dari mobil yang sudah ditangani pihak lain.“Bengkel belum tentu bisa nanganin, nggak paham tambah rusak. Cara bukanya berbeda, kuncinya ada yang khusus, konstruksinya beda. Nanti pas dibawa ke bengkel spesialis sudah remuk, sudah banyak yang rusak dan tidak bisa dilacak,” ungkapnya saat ditemui kumparan di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Senin (12/2).Peugeot 207 di Kamil Motor, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanNamun, Kamil tidak menyamaratakan semua bengkel umum, masih ada beberapa bengkel yang memahami cara penanganan mobil Peugeot. Ia juga bilang, sebagian unit berakhir tanpa bisa diselamatkan sama sekali. “Di bengkel Peugeot saja kalau diestimasi sudah mahal, sedangkan harga mobilnya sudah tidak terlalu mahal. Jadi kalau diestimasi mirip-mirip harga mobilnya, kan sayang diperbaiki. Biasanya dikampakin, terus dijual peretelan,” lanjutnya.Di sisi lain, ia menyarankan calon pemilik yang ingin memboyong mobil Peuget jangan sampai tergiur harga murah. Menurut kamil, banderol termurah yang menyentuh Rp 20 jutaan justru menyimpan risiko paling besar bagi calon pembeli.Adapun, Peugeot 206 jadi model yang paling banyak beredar di pasaran sampai sekarang. Kapasitas mesin 1.400 cc membuat model tersebut lebih sering dipakai harian dibanding tipe lain yang bermesin lebih besar. Harga unit bekas kini dijual sekitar Rp 30-40 jutaan.Peugeot 407 (kiri) dan 207 (kanan) Kamil Motor di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan“Ada mobil dateng mau servis ternyata kondisinya sangat berantakan, biasanya kami sampaikan di awal biayanya mahal. Nanti risiko, kami benerin malah rusak. Kalau dibenerin pun nggak bisa setengah-setengah, harus sekalian, biar nggak mogok dikemudian hari," terangnya.Ia menguratakan, kondisi mobil jadi patokan yang lebih tepat dibanding riwayat bengkel. Mobil yang kabel beserta selangnya masih berada di jalur asli, dengan dasbor rapi serta tombol lengkap, dinilai Kamil lebih aman untuk ditebus calon pembeli.Sebelum membuka bengkel spesialis di tahun 2004, Kamil merupakan eks Technical Advisor di Astra Peugeot Cilandak selama 12 tahun. Ia menekuni mobil Peugeot sejak 1992, dengan kecintaan yang menurun ke keluarga, Kamil memakai city car 207 sementara sang anak memakai sedan 407."Rata-rata harga bekas di bawah Rp 100 jutaan semua. Kalau Peugeot dirawat secara benar buat harian sangat enak, worth it banget. Komunitasnya kan juga ramai," tuntasnya.