Salah Oli Bisa Bikin Transmisi Matik Peugeot Rusak, Biaya Perbaikan Rp 15 Juta

Wait 5 sec.

Peugeot 505. Foto: Dok. Car and ClassicTransmisi matik beberapa model Peugeot menuntut perlakuan yang berbeda. Pemilihan oli jadi penentu utama umur pakai perangkat tersebut musabab menggunakan matik otomatis elektrik alias shift-by-wire.Kamil, pemilik bengkel spesialis Peugeot Kamil Motor, mengungkapkan bahwa transmisi matik di mobil tersebut bukan jenis CVT. Perangkat yang dipakai berupa transmisi dengan sensor elektrik di dalam rumah transmisi.Jumlah percepatan berkisar empat sampai enam tingkat sesuai tipe mobil. Rangkaian kabel beserta sensor di dalamnya terendam oli selama transmisi bekerja.“Penyebab rusak paling sering gara-gara salah oli karena kan dia beda dari matik lain. Di sini kalau rusak sekali overhaul biaya sekitar Rp 10-15 jutaan,” ujar Kamil kepada kumparan saat ditemui di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Senin (12/10).Mesin Peugeot 407. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMenurutnya, pemakaian oli yang keliru berujung pada korsleting di dalam transmisi. Oli yang mengandung air membuat rangkaian kabel terendam cairan yang menghantarkan listrik.Jadwal penggantian pun tidak bisa ditunda terlalu lama. Patokan yang dipakai berupa jarak tempuh 20 ribu kilometer atau rentang dua tahun, mana yang lebih dulu tercapai.“Maksimal 20 ribu kilometer, kalau tidak ya dua tahun. Intinya ya oli jangan salah merek dan jenisnya. Banyak yang pakai ZF5, mirip dengan BMW dan Mercedes-Benz. Peugeot kan beberapa ada yang menggunakan merek transmisi ZF," terang pria eks Technical Advisor Astra Peugeot Cilandak pada tahun 1992-2004 itu.Ia menjelaskan, gejala awal kerusakan dapat terasa dari perpindahan gigi yang melambat. Mobil tetap bisa berjalan dengan tenaga yang terasa berat lantaran transmisi berhenti berpindah percepatan.Proses perbaikan Peugeot 407 di bengkel Kamil Motor, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan“Kalau ada error elektrik dia akan lemot, kalau dipaksa dalam keadaan lemot ya rusak. Mobilnya tetap jalan, cuma tenaganya jadi berat karena tidak pindah-pindah. Nanti diperiksa pakai scanner, baru ketahuan solenoid atau sensor tekanan yang bermasalah,” lanjutnya.Di sisi lain, kerusakan di luar transmisi ikut merembet pada tipe tertentu. Kamil bilang, modul ABS yang rusak pada model 307 membuat transmisi matik konvensional kehilangan pembacaan laju kendaraan, sebab sensor kecepatan menempel di perangkat tersebut.Perlakuan khusus semacam itu tidak berlaku untuk seluruh model. Ia menyebutkan, Peugeot 306 masih memakai transmisi matik tanpa sensor elektrik, sedangkan tipe di atasnya sudah mengandalkan perangkat elektronik yang menuntut perawatan lebih teliti.