Padati Rumah Duka, Pelayat Hadiri Pemakaman KH Syukron Ma’mun

Wait 5 sec.

Suasana menjelang pemakaman Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman KH Syukron Ma'mun di Jagakarsa, Jakarta, Minggu (18/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanPara pelayat menghadiri pemakaman Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman, KH Syukron Ma’mun, di kompleks pesantren di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (18/10).Berdasarkan pantauan kumparan, kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman telah dipadati pelayat sejak pagi. Ratusan orang berkumpul di Masjid An-Nida An-Naidi yang berada di lingkungan pesantren untuk mengikuti salat jenazah sekitar pukul 11.30 WIB.Suasana menjelang pemakaman Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman KH Syukron Ma'mun di Jagakarsa, Jakarta, Minggu (18/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanPemakaman berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama.Sejumlah tokoh agama dan pejabat turut hadir dalam prosesi tersebut, di antaranya Wali Kota Depok Supian Suri, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta KH Muhammad Faiz Syukron Ma’mun (Gus Faiz) yang juga putra almarhum, serta KH Ahmad Zaenal Ridlo Syukron Ma’mun (Gus Rido) yang merupakan putra almarhum sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman Bogor.Suasana menjelang pemakaman Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman KH Syukron Ma'mun di Jagakarsa, Jakarta, Minggu (18/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanHadir pula Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman Alatas, Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi, dan pimpinan Majelis Ta'lim Al-Munawwir Jakarta KH Munawir Aseli, bersama sejumlah alim ulama dan tokoh agama lainnya dari Jakarta dan sekitarnya.Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan, kepergian KH Syukron Ma’mun menjadi kehilangan bagi banyak pihak, termasuk masyarakat Depok. Ia menilai almarhum merupakan tokoh nasional yang dapat menjadi teladan bagi masyarakat."Beliau orang yang sangat luar biasa, tokoh nasional, tokoh teladan kita, kebanggaan kita. Kita pasti ini sangat kehilangan, termasuk kami warga Depok yang sangat kehilangan beliau. Karena melalui beliau banyak sekali kita belajar, dan melalui beliau banyak sekali investasi anak-anak hebat yang lahir dari pondoknya beliau," kata Supian kepada wartawan usai pemakaman.Suasana menjelang pemakaman Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman KH Syukron Ma'mun di Jagakarsa, Jakarta, Minggu (18/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanSupian mengatakan, Syukron telah berkontribusi dalam melahirkan generasi yang dinilai memiliki kualitas melalui pendidikan di pondok pesantren yang diasuhnya.Menurut dia, konsistensi almarhum dalam berdakwah dan mendidik generasi muda menjadi salah satu hal yang patut dicontoh."Beliau konsisten mencintai negeri ini, konsisten melahirkan generasi-generasi hebat, dan sampai akhir hayat beliau, beliau masih terus fokus buat pondok pesantren buat anak-anak. Nah itu menjadi satu hal yang nggak banyak dimiliki oleh orang," ujarnya.Suasana menjelang pemakaman Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman KH Syukron Ma'mun di Jagakarsa, Jakarta, Minggu (18/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanDuka atas wafatnya Syukron Ma’mun juga disampaikan Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis dalam keterangan yang diterima kumparan pada Minggu (18/10). Cholil mengenang almarhum sebagai ulama yang teguh memegang prinsip dan tegas dalam perjuangan.Cholil yang merupakan keponakan almarhum dalam ikatan keluarga Bani Ahmad itu mengatakan, keteguhan Syukron turut berkontribusi terhadap perkembangan Pondok Pesantren Daarul Rahman."Saya mendengar lebih dari 250 pesantren yang didirikan oleh alumni Pesantren Darul Rahman. Kehidupan beliau dan bagaimana perjuangannya harus diteladani oleh generasi kami dan generasi berikutnya," kata Cholil.Ia juga berharap keluarga almarhum dapat meneruskan perjuangan dan nilai-nilai yang telah ditanamkan Syukron selama hidupnya."Mudah-mudahan Gus Faiz dan seluruh keluarga dapat melanjutkan perjuangan beliau, dan cucu-cucu nanti akan lahir 'Kiai Syukron' berikutnya," ujarnya.KH Syukron Ma’mun wafat pada Minggu (18/10) pagi. Kabar duka tersebut sebelumnya disampaikan melalui akun Instagram resmi Pondok Pesantren Daarul Rahman, @daarulrahman_official.Almarhum dikenal sebagai mubalig yang berdakwah di berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara. Ia juga dikenal dengan julukan "Singa Podium" dan mendirikan Pondok Pesantren Daarul Rahman sekitar 1975.Hingga berita ini ditulis, ratusan pelayat tampak terus berdatangan silih berganti untuk masuk ke area Pondok Pesantren Daarul Rahman.