Maskapai Garuda Indonesia. Foto: Shutter stockGaruda Indonesia melakukan penyesuaian operasional penerbangan dari dan menuju Jeddah, Arab Saudi, sejak Jumat (9/10), menyusul perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Penyesuaian dilakukan melalui pengalihan rute, pengalihan pendaratan ke bandara alternatif, hingga penundaan penerbangan.Direktur Operasi Garuda Indonesia, Eric Ferdinand Sofyan, mengatakan langkah itu dilakukan berdasarkan perkembangan situasi dan hasil koordinasi dengan General Authority of Civil Aviation (GACA) atau otoritas penerbangan sipil Arab Saudi.“Langkah mitigasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia untuk senantiasa mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan melalui pengelolaan risiko operasional yang terukur, dengan mempertimbangkan perkembangan situasi serta hasil koordinasi bersama otoritas penerbangan terkait,” ucap Eric melalui keterangannya, Kamis (14/10).Eric menambahkan, penumpang yang terdampak perubahan operasional tersebut telah menerima kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Garuda Indonesia pun memperkirakan penerbangan dari dan menuju Jeddah masih berpotensi mengalami perubahan jadwal. Hal ini bergantung pada perkembangan situasi terkini dan koordinasi lebih lanjut dengan otoritas penerbangan di Arab Saudi.“Sementara itu, penerbangan dari dan menuju Madinah tetap beroperasi normal sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” lanjut Eric.Maskapai tersebut juga terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait di Indonesia maupun Arab Saudi.“Upaya tersebut turut mencakup kesiapan skenario operasional alternatif, termasuk penyiapan bandara pengalihan, guna mengantisipasi berbagai perkembangan situasi yang berpotensi memengaruhi kelancaran operasional penerbangan, dengan keselamatan dan keamanan sebagai prioritas utama,” tutur Eric.