Bahlil soal Kabar Bakal Dicopot sebagai Menteri ESDM: Gak Tahu, Itu Hak Presiden

Wait 5 sec.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Foto: Zamachsyari/kumparanMenteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, angkat bicara terkait wacana reshuffle Kabinet Merah Putih, salah satunya jabatan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).Saat ditanya terkait hal tersebut, Bahlil hanya menjawab singkat kalau belum mengetahui rencana tersebut. "Saya enggak tahu, enggak tahu," ujar Bahlil saat ditemui di Kilang LPG Cilamaya, Karawang, Kamis (15/10).Ditemui di tempat terpisah di Cilamaya, Bahlil menekankan rencana reshuffle kabinet, termasuk Menteri ESDM, merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto."Reshuffle itu hak prerogatif Bapak Presiden. Jadi kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden," ungkap Bahlil.Presiden Prabowo Subianto telah melantik sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Kamis (15/10). Beberapa pejabat yang dilantik meliputi pejabat TNI hingga wakil menteri. Belum ada nama Menteri ESDM terbaru yang dilantik oleh Prabowo.Sebelumnya, Bahlil menegaskan masih merangkap jabatan sebagai Menteri ESDM dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Hal itu disampaikan Bahlil usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/10)."Sampai dengan hari ini, saya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden sebaik sebagai Menteri ESDM maupun sebagai Menko Hilirisasi, gitu ya," kata Bahlil.Pernyataan itu disampaikan saat Bahlil ditanya apakah posisi Menteri ESDM nantinya akan diisi orang lain atau tetap dirangkap olehnya.Prabowo melantik Bahlil sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi pada 1 Oktober 2026. Saat itu, Bahlil juga tetap mendapat mandat untuk menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM.