Penyanyi senior Mayangsari saat konferensi pers launching single berjudul "Selama Kita Bersama" di Jakarta, Rabu, (14/10/2026). Foto: Agus ApriyantoPenyanyi Mayangsari punya cara tersendiri dalam menyikapi komentar negatif atau haters di media sosial. Ia memilih untuk tidak ambil pusing dan membiarkan orang lain berpendapat tentang dirinya.Bagi Mayangsari, keberadaan haters merupakan hal yang wajar. Bahkan, ia menilai ada sesuatu yang terasa kurang jika seorang figur publik tidak memiliki haters.“Kalau untuk saya, haters itu adalah sebagian dari iman,” ujar Mayangsari saat ditemui di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.“Kenapa? Karena gini, kalau dengan sekarang ini enggak ada haters, berarti something wrong, gitu. Yes, kan?” sambungnya.Penyanyi Mayangsari merilis single terbaru berjudul "Selama Kita Bersama". Foto: Aprilandika Pratama/kumparanMayangsari soal HatersMayangsari mengatakan, setiap orang memiliki pilihan untuk menyikapi keberadaan haters. Ia sendiri memilih untuk tidak meladeni komentar-komentar negatif yang ditujukan kepadanya.“Kalau untuk saya, bodo amat, karena haters itu adalah mereka sedang melakukan kebahagiaannya. Kalau seumpamanya enggak, nanti kasihan, jadi enggak sibuk,” tuturnya.Pelantun lagu Tiada Lagi itu juga berkelakar bahwa aktivitas menjadi haters bisa dianggap sebagai pekerjaan tersendiri bagi orang-orang yang melakukannya.“Kan rebahan jadi haters, itu mereka sudah bekerja loh, itu olahraga, sudah bahagia. Jadi ya biarin aja,” beber Mayangsari.Ia pun merasa tidak perlu menanggapi setiap komentar negatif yang muncul. Menurutnya, keberadaan haters tidak memberikan pengaruh berarti terhadap kehidupannya.“Karena buat saya pun juga kalaupun saya enggak meladeni mereka, enggak berkurang sedikitpun satu beras, nasi gitu sama saya, ya, biarin aja,” ucapnya.Penyanyi senior Mayangsari saat konferensi pers launching single berjudul "Selama Kita Bersama" di Jakarta, Rabu, (14/10/2026). Foto: Agus ApriyantoBagi para haters, menurut Mayang, hal-hal negatif terkadang justru lebih menarik perhatian mereka dibandingkan sesuatu yang positif.“Kadang-kadang dengan haters aja apa pun bisa jadi naik. Ya kan? Coba kalau hal-hal yang baik, sepi pasti viewers-nya,” ungkapnya.Karena itu, Mayangsari memilih untuk tidak terlalu memikirkan apa yang dikatakan orang lain tentang dirinya. Ia merasa bahwa dirinya sendiri yang paling memahami kehidupannya, sehingga tidak harus menjawab semua hal yang ingin diketahui publik.“Kalau ngelihat seumpamanya ada haters ngomong kayak gini, ya enggak apa-apalah, biarin aja, kan yang lebih tahu adalah saya sendiri,” kata Mayangsari.“Intinya sih saya tidak memiliki… apa ya, tidak harus bertanggung jawab dengan apa pun yang mereka misal mau tahu, mereka bicarakan, atau apa gitu loh,” pungkasnya.