Polisi Pastikan Ledakan di Pasar Cimanggis Bukan Bom

Wait 5 sec.

Tim Labfor Polri saat memeriksa TKP ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangsel, Rabu (14/10). Dok. kumparanDirektorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang Selatan masih menyelidiki penyebab ledakan yang merusak sejumlah ruko di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Susatyo Purnomo Condro menegaskan ledakan tersebut bukan berasal dari bom. Meski begitu penyebab pasti masih diselidiki.“Ini bukan bom. Ini adalah ledakan yang saat ini masih didalami,” kata Susatyo saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Rabu (14/10).Menurut Susatyo, tim gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, termasuk melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan tim penjinak bom (Jibom). Namun, pemeriksaan lanjutan belum dapat dilakukan karena kondisi di lokasi belum memungkinkan.Polisi kemudian menutup lokasi agar TKP tidak tercemar. Olah TKP lanjutan dijadwalkan dilakukan pada Kamis (15/10) pagi.Dalam penanganan awal, polisi memprioritaskan evakuasi dan pertolongan terhadap para korban. Berdasarkan data sementara yang disampaikan Susatyo, dua orang meninggal dunia dan sekitar 11 orang mengalami luka-luka.“Intinya pada hari ini kami fokus untuk melaksanakan evakuasi pertolongan terhadap para korban, kemudian kami melakukan olah TKP awal dan memastikan bahwa tempat ini saat ini untuk membuat status quo supaya tidak ada masyarakat yang melintas,” ujarnya.Susatyo mengatakan sebagian korban merupakan pekerja. Polisi juga menemukan korban di bagian depan ruko.Para korban luka dilaporkan mendapat perawatan di tiga rumah sakit, yakni RS Sari Asih, RS Fatmawati, dan RSUD Tangerang Selatan. Sementara itu, belum ada rincian kondisi luka para korban.Temukan Pisang dan Tabung Etilen untuk Matangkan BuahEvakuasi korban dalam ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangsel, Rabu (14/10). Dok. kumparanSusatyo menjelaskan, lokasi ledakan merupakan gudang penyimpanan buah. Di bagian bangunan yang mengalami kerusakan paling parah, polisi menemukan banyak buah pisang dalam kondisi mentah.Selain itu, petugas menemukan tabung etilen berkapasitas 52 kilogram. Gas etilen lazim digunakan dalam proses pematangan buah.“Ditemukan di situ ada tabung etilen, ya. Tabung etilen 52 kilo yang panjang, yang memang lazim biasanya digunakan itu untuk mematangkan buah,” kata Susatyo.Berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi, sebelum kejadian terdapat aktivitas pengepakan buah untuk didistribusikan ke pasar.“Kalau berdasarkan dari keterangan saksi di lingkungan lagi melakukan ada kegiatan pengepakan dan sebagainya, pengepakan buah-buah untuk disuplai ke pasar-pasar dan sebagainya,” ujarnya.Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab ledakan. Temuan tabung etilen dan tumpukan pisang tersebut masih menjadi bagian dari pemeriksaan untuk mengungkap kronologi serta faktor yang memicu ledakan.Akibat kejadian tersebut, sekitar empat blok ruko yang terdiri dari bangunan dua lantai mengalami kerusakan. Polisi masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan dan korban.Periksa 5 SaksiSusatyo menyebutkan sekitar lima saksi akan menjalani pemeriksaan di Polres Tangerang Selatan. Penyelidikan dilakukan melalui tim gabungan yang melibatkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Puslabfor Bareskrim Polri, dan Polres Tangerang Selatan.“Kami akan berkoordinasi terus. Namun dari Puslabfor Bareskrim Polri juga akan terus men-support terkait dengan kegiatan besok hari,” katanya.Polisi menyatakan perkembangan hasil penyelidikan, termasuk penyebab ledakan dan data terbaru korban, akan disampaikan setelah pemeriksaan lanjutan dilakukan.