Wali Kota Palembang, Ratu Dewa. Foto: Dok. IstimewaWali Kota Palembang Ratu Dewa mengklarifikasi ucapannya yang menggunakan kata "enjoy" saat menanggapi kabut asap. Pernyataan tersebut sebelumnya viral di media sosial dan menuai kritik.Ratu Dewa mengatakan, ucapan tersebut tidak bermaksud menunjukkan ketidakpedulian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kabut asap. Ia juga membantah anggapan bahwa dirinya tidak berempati terhadap warga."Saat itu saya hanya menjawab pertanyaan tentang kondisi kesehatan saya, lalu saya jawab saya tidak sesak napas. Saya enjoy karena rutin olahraga. Ternyata dikaitkan dengan ISPU, korban kabut asap, dan lain-lain," kata Dewa, Rabu (14/10).Meski demikian, Ratu Dewa meminta maaf jika pernyataannya menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat."Bukan berarti saya tidak peduli dengan masyarakat Palembang. Selama ini saya tetap kerja maksimal, dan memang mungkin ada pemilihan kata-kata yang tidak pas, maka dari itu meminta maaf yang sebesar-besarnya," ujarnya.Para pengendara yang mengenakan masker pelindung melintas di jembatan saat kabut asap dari kebakaran hutan menyelimuti daerah tersebut di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (15/10/2026). Foto: Abriansyah Liberto/REUTERSIa juga memastikan terus turun langsung ke lapangan untuk memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk berkoordinasi dengan petugas pemadaman di titik-titik api yang menjadi sumber kabut asap."Saya menyadari bahwa tugas sebagai wali kota masih banyak kekurangan, dalam kebijakan terkadang tidak bisa sejalan dengan pemikiran semua masyarakat, tapi saya terus berupaya sebaik mungkin," jelasnya.Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian kepada masyarakat, Ratu Dewa mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat penanganan dampak kabut asap di lapangan.Seekor monyet berekor panjang berjalan di pagar saat kabut asap dari kebakaran hutan menyelimuti daerah Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (15/10/2026). Foto: Abriansyah Liberto/REUTERSPemerintah Kota Palembang menyiagakan puskesmas dan fasilitas kesehatan untuk melayani warga yang mengalami gangguan pernapasan atau gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Pemkot juga mengintensifkan pembagian masker, terutama kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki penyakit pernapasan.Selain itu, Pemkot Palembang memperkuat koordinasi dengan Satgas Karhutla dan instansi terkait, melakukan penyiraman jalan secara berkala, serta menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kesulitan air.Orang tua dari pasien anak penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menunggu anaknya yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (9/10/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO"Ada juga penyesuaian kegiatan belajar dan membatasi aktivitas luar ruangan apabila kondisi udara tidak memungkinkan, sebagai langkah pencegahan terhadap risiko paparan asap," katanya.Seluruh perangkat daerah juga diminta memantau perkembangan kondisi di wilayah masing-masing, mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat, serta memastikan setiap laporan warga ditindaklanjuti.