KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenJenderal TNI Tandyo Budi Revita enggan menanggapi soal kans dirinya menjadi Panglima TNI, seiring pelantikan dirinya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).Tandyo hanya menegaskan bahwa pemilihan Panglima TNI bukan merupakan kewenangannya. Ia menyebut hal itu di luar kemampuannya."Di luar kemampuan saya," kata Tandyo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10).Sebelumnya, anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin memberikan tanggapan terkait langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang melantik Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI serta Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).Saat ditanya mengenai perubahan strategi pertahanan maupun motif politik di balik rotasi jabatan tersebut, TB Hasanuddin enggan berspekulasi lebih jauh."Ya, kita tunggu kelanjutannya nanti," kata TB Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/10).Menjawab pertanyaan apakah posisi baru ini menjadi sinyal kuat untuk pergantian Panglima TNI kelak, TB Hasanuddin meminta publik untuk bersabar."Bisa, sinyal bisa tidak. Ya, nanti kita tunggulah 2 bulan ke depan," ujarnya.Ia menjelaskan, bahwa dengan konfigurasi kekinian, kriteria persyaratan untuk bursa kepemimpinan TNI telah terpenuhi."Jadi, ya, yang wakil panglima tadinya belum memenuhi syarat karena belum pernah jadi kepala staf, sekarang jadi, ada dari Angkatan Darat dua dong. Satu wakil panglima yang baru, kedua KSAD yang baru, nah, begitu," jelasnya.Mengenai aturan berapa lama seseorang harus menjabat sebagai kepala staf agar memenuhi syarat menjadi Panglima TNI, TB Hasanuddin menegaskan, tidak ada batasan minimal durasi waktu dalam aturan yang berlaku."Berapa lama? Satu jam juga boleh. Yang penting, yang penting pernah dapat SK," tegasnya.Terkait anggapan bahwa KSAD yang baru kini tinggal satu langkah lagi menuju kursi Panglima TNI, TB Hasanuddin kembali menegaskan agar publik menunggu perkembangan dalam beberapa bulan mendatang."Ya, soal satu langkah atau dua langkah, saya enggak tahu, nanti tunggu, tunggu 2 bulan ke depan lah ya," ujar dia.