Karhutla Melanda, Menkes Imbau Kelompok Rentan Hindari Aktivitas di Luar Rumah

Wait 5 sec.

Sebuah helikopter menjatuhkan air ke hutan dan lahan yang terbakar di daerah Petuk Katimpun di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026). Foto: REINA / AFPMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau kelompok rentan, terutama lansia, balita, dan ibu hamil, menghindari aktivitas di luar rumah di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).Menurut Budi, paparan asap dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Karena itu, ia meminta masyarakat mengurangi paparan asap sembari menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan.“Pesan saya adalah terutama untuk kelompok rentan jangan keluar rumah,” kata Budi dalam agenda perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan pascabencana di Sumatra di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (15/10).Ia menjelaskan, Kementerian Kesehatan berfokus pada upaya melindungi kesehatan masyarakat karena penanganan sumber asap bukan berada dalam kewenangan kementeriannya.Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanBudi pun menyarankan masyarakat tetap berada di dalam rumah dan keluar hanya jika benar-benar diperlukan. Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, masyarakat diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap melalui hidung dan mulut.“Gunakan masker. Kalau ada masker N95, gunakan yang N95. Kalau tidak ada, gunakan masker yang ada, tapi selalu gunakan masker kalau terpaksa harus keluar rumah,” ucapnya.Selain menggunakan masker, masyarakat diimbau memakai kacamata untuk melindungi mata dari paparan asap serta mengenakan pakaian panjang untuk mengurangi paparan debu dan partikel pada kulit.“Untuk kena kulit, usahakan pakai baju yang nutup ya, baju-baju panjang, jangan pakai baju singlet atau kaus pendek, karena nanti debu-debu itu akan nempel ke kulit dan kita nggak tahu kalau nanti bisa menyebabkan penyakit,” terang Budi.Minta Warga Segera ke Puskesmas jika Alami GejalaAnak alami Ispa dirawat di Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura, Kalimantan Selatan. Foto: Dok. IstimewaDalam kesempatan itu, Budi meminta masyarakat segera mendatangi puskesmas terdekat apabila mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap, seperti iritasi mata, batuk, atau kulit gatal dan iritasi.“Kalau masuk tahap berikutnya. Kena kita penyakitnya mata kita iritasi, paru kita batuk, jangan nunggu sampai batuk darah, batuk itu ada prosesnya ya, nggak mungkin langsung keluar sekali batuk darah, pasti ada prosesnya, atau kulit kita mulai iritasi atau gatal-gatal terus, segera ke puskesmas terdekat,” saran dia.Karena itu, ia memastikan puskesmas telah dibekali pasokan obat-obatan untuk menangani gangguan kesehatan akibat paparan asap.“Seluruh puskesmas di daerah bencana sudah kita siapkan dengan suplai obat-obatan untuk bisa menangani penyakit atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh asap,” tandasnya.Mendagri Tito Karnavian minta Pemda perkuat peran Diskominfo sebagai penggerak komunikasi strategis untuk tingkatkan efektivitas kebijakan publik dalam Rapat Koordinasi Orkestrasi Agenda Setting di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Foto: Kemendagri RISementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan penanganan karhutla dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan koordinasi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).“Semua sedang bekerja keras, terutama fokus pada di Sumatra Selatan dan Jambi untuk Sumatra, dan di Kalimantannya Kalimantan Tengah serta Kalimantan Selatan itu progresnya,” jelasnya.Ia menjelaskan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi.“Tapi secara spesifik nanti bisa ditanyakan. Ada upaya pemadaman dan ada upaya pencegahan untuk jangan sampai datang lagi,” tutup Tito.