Deru Mesin Pertamina Grand Prix MotoGP 2026 di Mandalika Hidupkan Ekonomi Lombok

Wait 5 sec.

Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 pada 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Foto: KemenimipasGelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 tak hanya menjadi panggung adu cepat para pembalap dunia di Pertamina Mandalika International Circuit. Di Lombok, dampaknya turut terasa hingga ke berbagai lini usaha.Mulai dari okupansi hotel meningkat, sentra tenun yang ‘cuan’ lebih banyak karena ramai didatangi wisatawan sampai penjualan merchendise menjadi geliat perputaran ekonomi yang berjalan di Lombok selama gelaran berlangsung.Cerita dimulai dari Mina Tenun lebih dahulu di mana sentra tersebut sebenarnya merupakan salah satu kelompok yang dibina oleh Pertamina. Di sana berbagai produk mulai dari udeng, selendang, slayer, kain, kaus, tas dan beberapa aksesoris berbahan kain tenun lain dijual.Harganya pun sangat beragam. Mulai yang dihargai ratusan ribu rupiah seperti udeng, dompet dan taplak sampai yang harganya mencapai Rp 3 jutaan seperti kain tenun yang sudah berbentuk songket.Ama Heru alias Sudiman (50) yang merupakan Koordinator Mina Tenun di Desa Sukarara bercerita bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 memang membawa berkah. Adapun di sentra itu yang biasanya penjualan tenun hanya ada pada kisaran Rp 2 sampai Rp 10 juta per bulan, kini peningkatan terjadi pesat.“Jadi dampaknya terhadap MotoGP sangat membahagiakan sekali. Sebelum ini kan tamu agak sepi sekali setelah ada event MotoGP. Jadi tamu-tamu banyak yang berdatangan ke sini,” kata Heru saat diwawancarai di sana.“Kalau MotoGP bisa meningkatkan sampai 70-80 persen. Iya betul (meningkat 80 persen dari Rp 10 juta),” lanjutnya.Pebalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi melambaikan tangan dalam victory lap usai memenangi balapan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Minggu (11/10/2026). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTOSelain itu, di sentra tersebut tenun bukan sekadar tenun melainkan budaya hingga cara bagaimana agar sesuatu bisa menjadi hal yang berlanjut. Hal ini karena Mina Tenun juga melakukan beberapa inovasi mulai tenun berbahan plastik sampai alat tenun yang bisa menghasilkan energi listrik dengan dukungan dari Pertamina.Untuk tenun berbahan plastik, kumparan berkesempatan mendapat cerita dari Sri Hartini (40) yang merupakan salah satu anggota kelompok. Ia menjelaskan bahwa beberapa sampah plastik di Mina Tenun tak hanya berakhir di tempat sampah. Hal ini karena bahan itu masih bisa dikelola sebagai bauran kain tenun.“Daur ulang ini, kita bikin dompet, taplak meja, sarung bantal,” cerita Sri kepada kumparan.Seorang pedagang memajang kaos serta pernak-pernik bertemakan MotoGP yang dijualnya di pinggir jalan depan sirkuit Internasional Pertamina Mandalika di KEK, Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Jumat (9/10/2026). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTOSedangkan untuk konversi energi dari alat tenun menjadi listrik, kelompok Mitra Tenun menyebutnya sebagai Bayu Tenun. Sederhananya, Bayu Tenun bekerja dengan mengubah gerakan alat tenun menjadi energi kinetik yang kemudian diubah menjadi energi listrik lewat dinamo.Tak hanya itu, agar listrik mumpuni, baterai yang menerima listrik dari alat tenun juga menerima energi listrik dari kincir angin dan panel surya.“Iya pakai gerakan kaki (ngisi dinamo),” kata Rona (35) yang merupakan salah satu penenun di sana.Tak Hanya Tenun, Hotel Pun Ketiban CuanAdapun proses tersebut merupakan salah satu cara Pertamina untuk mengembangkan energi bersih di Desa Sukarara. Listrik yang dihasilkan pun digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari pompa air sampai penerangan workshop tempat para anggota menenun kain.Bergeser ke sektor perhotelan, nyatanya Grand Prix of Indonesia 2026 punya dampak yang besar. Kali ini, cerita datang dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini yang mencatat ‘cuan’ lain dari deru mesin MotoGP.Ia menjelaskan bahwa gelaran yang diselenggarakan sejak 9-11 Oktober 2026 itu telah membuat okupansi hampir semua hotel di Lombok penuh utamanya dengan bintang 3 ke atas penuh.“Setiap ada perhelatan, MotoGP itu hampir semua hotel itu penuh. Terutama hotel yang bintang 3 ke atas, bintang 2 ke atas tuh memang ini, penuh gitu,” kata Wolini.Seorang pedagang memajang kaos serta pernak-pernik bertemakan MotoGP yang dijualnya di pinggir jalan depan sirkuit Internasional Pertamina Mandalika di KEK, Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Jumat (9/10/2026). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTOSementara untuk kelas hotel di bawahnya seperti hotel melati, okupansinya tercatat ada pada kisaran 60 sampai 80 persen. Wolini bercerita, bahwa wisatawan memang mengincar hotel-hotel yang berada di sekitar Pertamina Mandalika International Circuit.Adapun dari sisi komposisi, ia bercerita bahwa wisatawan yang mendominasi masih lebih banyak berasal dari wisatawan lokal.“Oh lokal, kebanyakan lokal. Ya dari luar daerah lah gitu kan. Sekarang ini kita belum buat persentasenya (lokal dan wisman) karena masih berjalan. Tapi kalau dilihat sepintas, kebanyakan lokal,” kata Wolini.Untuk dampak ekonomi, Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menjelaskan bahwa Pertamina memang tak ingin momen ajang balap kelas dunia itu disia-siakan. Maka dari itu, ia juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bisnis yang digerakkan UMKM di sekitar sirkuit bisa turut kena dampak.Bahkan ia menyebut bahwa pembangunan homestay juga sudah mulai dilirik banyak orang utamanya untuk membangun homestay di sekitar sirkuit.Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron di Mandalika International Circuit di Lombok, NTB, Sabtu (10/10/2026). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan “Kita juga terus melakukan pembinaan atau koordinasi dengan pemerintah daerah agar meningkatkan bisnis-bisnis UMKM lainnya. Jadi seperti sekarang homestay sudah mulai dilirik banyak orang, ini sebenarnya juga melibatkan banyak pekerja lokal,” ujar Baron.Tak sampai situ, Ia juga menjelaskan bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sendiri turut melibatkan masyarakat lokal utamanya untuk menjadi marshall di ajang tersebut.“Jadi pekerja lokal di Mandalika ini luar biasa, lebih dari 9.000 orang terlibat. Nah itu melibatkan masyarakat lokal,” kata Baron.Dalam gelaran tahun ini, Pertamina memang sudah menyepakati dua ‘titling’ baik untuk penamaan sirkuit sampai penamaan ajang balap MotoGP.Untuk sirkuit, penamaan yang digunakan adalah Pertamina Mandalika International Circuit. Sementara untuk ajang, penamaan yang digunakan adalah Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.Tambah Pasokan MerchandiseKembali bergeser, ajang balap kelas nasional tentu tak bisa dipisahkan dari beragam jenis suvenir atau merchandise yang diburu. Terkait hal itu, awalnya Pertamina sudah menyiapkan sekitar 12 ribu pieces merchandise dari segala jenis. Namun karena penjualan sangat laku, terdapat kargo atau pasokan tambahan untuk menyambut antusiasnya para penonton.Adapun jumlah merchandise resmi berlisensi Dorna yang disiapkan Pertamina untuk tahun ini mencapai 15 ribu pieces. Angka itu meningkat tiga kali lipat dari tahun lalu.Pembalap Aprilia Racing Jorge Martin memacu kecepatan sepeda motornya saat mengikuti sesi Free Practice 1 MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (9/10/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO“Ini juga sangat laku ya, official merchandise kami tentunya, ini semua berkat juga support penuh dari teman-teman dari Patra Niaga juga. Target penjualannya tentu kita ingin habis gitu ya,” kata Direktur Komersial & Operasi PT Pertamina Retail, Fedy Alberto.“Kenaikan dari stok kami ini 300 persen dibandingkan stok di tahun lalu. Tahun lalu sekitar 5 ribuan ya,” lanjutnya.Dari jenis yang dijual, terdapat , payung, magnet kulkas, keychain, topi, kemeja, jersey MotoGP sampai jaket VR46 yang mana Pertamina memang sudah memiliki naming rights pada tim Pertamina Enduro VR46 yang dimiliki oleh legenda balap motor Valentino Rossi.