Israel Larang Pilot dari Sejumlah Negara Terbang ke Negaranya, Air France Patuhi

Wait 5 sec.

Pesawat Air France. Foto: ShutterstockAir France mengkonfirmasi pihaknya mematuhi pembatasan baru Israel yang membatasi siapa saja yang boleh terbang menuju dan melintasi wilayah udara Israel berdasarkan kewarganegaraan. Kebijakan ini dinilai sejumlah pakar berpotensi membuat maskapai tersebut menghadapi gugatan hukum terkait diskriminasi.Dilansir Al Jazeera, pembatasan baru Israel itu dilaporkan oleh media Israel dan media investigasi Prancis, Mediapart. Aturan tersebut mencantumkan 31 negara mayoritas Muslim, termasuk Aljazair, Tunisia, Iran, Oman, Arab Saudi, Pakistan, Nigeria, hingga Indonesia. Warga negara dari negara-negara tersebut tidak lagi diizinkan terbang memasuki wilayah udara Israel.“Seperti semua maskapai penerbangan, Air France wajib mematuhi peraturan masuk yang ditetapkan oleh otoritas negara-negara yang dilayaninya, baik untuk penumpang maupun karyawannya,” kata Air France dalam pernyataan kepada Al Jazeera.Menurut stasiun penyiaran Israel, N12, Kementerian Transportasi dan Keselamatan Jalan Israel memberi tahu maskapai asing pada 1 Oktober bahwa pilot dan awak kabin yang bertugas dalam penerbangan menuju wilayah udara Israel tidak boleh memiliki kewarganegaraan, atau kewarganegaraan ganda, dari negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.Arahan tersebut dikeluarkan sehari setelah seorang kopilot asal Oman diduga berupaya membajak penerbangan Flydubai dari Dubai menuju Tel Aviv pada 30 September dan menabrakkannya ke Bandara Ben Gurion di Israel. Dugaan tersebut disampaikan oleh otoritas Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel.Kopilot itu dituduh menyerang pilot pesawat asal India, yang kini masih menjalani pemulihan di rumah sakit.“Staf yang bersangkutan telah diberi tahu mengenai peraturan baru yang diterapkan oleh otoritas Israel untuk penerbangan menuju Tel Aviv,” kata Air France kepada Al Jazeera.Pilot WNI DitolakIlustrasi Ethiopian Airlines. Foto: Shutter StockSebelumnya, Israel memerintahkan pesawat kargo Ethiopian Airlines yang menuju Tel Aviv untuk putar balik karena salah satu pilotnya berkewarganegaraan Indonesia.Kantor berita Turki, Anadolu, melansir pesawat itu baru saja mengudara setelah lepas landas dari Addis Ababa, ibu kota Ethiopia.Pesawat itu masih berada di wilayah udara Ethiopia ketika perintah untuk kembali diterima.Anadolu yang mengutip media Israel Channel 12 melaporkan, pilot itu ternyata sudah dipantau oleh Intelijen Israel dan otoritas bandara. Lalu, petugas keamanan Israel melarang pesawat mendarat di Tel Aviv.Pilot DigantiPeta Addis Ababa di Ethiopia dan Tel Aviv, Israel Foto: Diolah dengan ChatGPTPesawat lalu kembali ke Addis Ababa. Pilot berkewarganegaraan Indonesia itu lalu diganti dengan pilot lain, pesawat melanjutkan penerbangan dan akhirnya mendarat di Tel Aviv.Ethiopian Airlines menyatakan maskapai tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa pilot yang bersangkutan dilarang mengoperasikan penerbangan menuju Israel.Sementara sejumlah laporan menjelaskan otoritas Israel telah menginstruksikan maskapai asing untuk tidak menugaskan awak pesawat dari negara-negara tertentu yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel pada penerbangan menuju negara tersebut.Negara-negara yang disebut masuk dalam pembatasan itu meliputi Afghanistan, Aljazair, Indonesia, Iran, Irak, Kuwait, Nigeria, Qatar, Arab Saudi, Somalia, dan Venezuela.Adapun Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel karena berpegang pada Pembukaan UUD 1945 bahwa "penjajahan di atas dunia harus dihapuskan", sebagai bentuk dukungan konsisten terhadap kemerdekaan Palestina.