Komposer Addie MS tampil bersama kelompok musik simfoni Twilite Orchestra pada acara Orchestra On Station di Stasiun BNI City, Jakarta, Jumat (16/9/2022). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTOPianis Indonesia Alfred Young Sugiri mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh musik Tanah Air setelah tampil di panggung musik klasik Eropa. Maestro konduktor Addie MS, pakar musik Franki Raden, hingga pianis dan komponis Ananda Sukarlan menyoroti pencapaian Alfred dari sudut pandang berbeda.Franki Raden menilai penampilan Alfred di Wina, Austria, sebagai sebuah terobosan atau breakthrough. Sementara itu, Addie MS menyoroti proses panjang dan kerja keras yang diperlukan untuk menembus panggung internasional. Adapun Ananda Sukarlan mengapresiasi karakter musikalitas Alfred dalam menginterpretasikan karya musik.Franki menilai keberanian Alfred memainkan karya Wolfgang Amadeus Mozart di Wina memiliki arti tersendiri. Kota tersebut merupakan tempat Mozart dilahirkan dan berkarya, sehingga tampil di sana membawa tantangan artistik sekaligus mental bagi seorang pianis.“Bagi saya penampilan Alfred itu sebuah breakthrough, sebuah promosi yang luar biasa. Alfred bisa jadi role model. Kegigihannya luar biasa,” ujar Franki.Menurut Franki, tampil di Wina dengan membawakan karya Mozart membutuhkan keberanian dan kesiapan mental. Ia juga melihat Alfred sebagai sosok yang dapat menjadi teladan bagi generasi muda, terutama dalam menghadapi tuntutan panggung musik klasik internasional.Franki turut menilai kehadiran Alfred penting bagi perkembangan musik klasik Indonesia. Ia melihat pianis asal Bandung tersebut sebagai salah satu penerus tradisi pianis Indonesia yang memiliki kiprah di panggung dunia.Addie MS Soroti Proses PanjangSementara itu, Addie MS menilai pencapaian Alfred di Eropa merupakan hasil dari proses panjang, kedisiplinan, dan kerja keras. Menurut pendiri Twilite Orchestra tersebut, keberhasilan musisi Indonesia di panggung internasional tidak dapat diraih secara instan.“Alfred dan musisi-musisi Indonesia lainnya yang berhasil di panggung dunia bisa dipastikan telah melalui proses panjang, tantangan, dan kerja keras. Tidak ada jalan pintas di panggung dunia,” kata Addie.Addie juga menyoroti pentingnya pengalaman konser langsung di tengah perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI yang semakin mampu menghasilkan musik.Menurutnya, pengalaman menyaksikan pertunjukan secara langsung tidak hanya berkaitan dengan ketepatan nada. Ekspresi, gestur, dan komunikasi emosional musisi dengan penonton menjadi bagian dari pengalaman artistik yang tidak dapat dipisahkan dari konser.Ananda Sukarlan Apresiasi Karakter Musikalitas AlfredApresiasi juga datang dari Ananda Sukarlan. Pianis dan komponis tersebut menyoroti kemampuan Alfred dalam menginterpretasikan musik dengan karakter musikalnya sendiri.Ananda mengapresiasi keterbukaan Alfred terhadap beragam genre, mulai dari musik klasik konvensional hingga jazz dan musik klasik kontemporer. Baginya, seorang musisi tidak cukup hanya memainkan nada sesuai partitur, tetapi juga perlu menghadirkan interpretasi yang memiliki nilai artistik.“Alfred membuat musik itu hidup, bukan seperti musisi klasik yang sekadar 'baca partitur dan dipencet nadanya'. Kalau cuma begitu, mesin sekarang sudah sangat akurat,” ujar Ananda.Ananda Sukarlan. Foto: MunadyIa menambahkan bahwa komponis membutuhkan musisi yang memiliki integritas dan mampu menyampaikan karya melalui interpretasi personal. Ananda juga mengaku mengagumi cara Alfred memainkan karya-karyanya dengan karakter yang kuat.Ananda berharap penampilan Alfred di Eropa dapat menjadi motivasi bagi musisi muda Indonesia. Ia juga menantikan konser Alfred di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia, serta karya-karya baru yang akan dihasilkan sang pianis.Sebelumnya, Alfred tampil sebagai solis dalam konser di ORF Radiokulturhaus, Wina, Austria, pada 1 Oktober 2026. Ia membawakan Mozart Piano Concerto in A Major No. 23, K. 488 bersama Hungarian State Symphony Orchestra of Szolnok di bawah konduktor Everett McCorvey. Violinis Maria Solozobova turut tampil dalam konser tersebut.Penampilan Alfred disambut tepuk tangan meriah dan standing ovation dari penonton. Menurut keterangan penyelenggara, sekitar 2.000 orang menyaksikan konser tersebut.Sebelum tampil di Wina, pianis kelahiran Bandung pada 1991 itu juga menggelar konser privat di Hongaria pada 28 September 2026. Setelah rangkaian penampilan tersebut, Alfred mendapat undangan untuk kembali tampil dalam rangkaian konser orkestra dan musik kamar di Eropa pada 2027.