Aktivitas ekspor kendaraan buatan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN/Toyota Indonesia). Foto: TMMINPT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) tetap mampu torehkan catatan manis untuk aktivitas ekspor, kendati penyerapan unit kendaraan utuh buatan dalam negeri secara keseluruhan sedang melemah.Laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, total ekspor kendaraan dalam keadaan utuh atau Completely Built Up (CBU) dari Januari hingga September kemarin mencapai 371.260 unit.Hasil itu turun 2,7 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang catatkan 381.644 unit. Secara bulanan juga turun 22,7 persen dari sebelumnya 43.825 unit pada Agustus menjadi 33.888 unit selama September.Cerita berbeda bagi Toyota Indonesia yang justru merasakan pertumbuhan sebesar 2,5 persen antara periode Januari-September 2025 yang kirimkan 218.162 unit menjadi 223.696 unit pada jangka waktu serupa tahun ini.Ekspor 3 juta Toyota di pabrik PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Karawang. Foto: Fitra Andrianto/kumparanToyota menyumbang sekitar 60,2 persen terhadap total ekspor kendaraan utuh buatan Indonesia. Hasil tersebut juga menguatkan posisi perusahaan sebagai salah satu eksportir manufaktur terbesar di Indonesia.Sejak melakukan pengkapalan mobil pertamanya pada 1987 silam, Toyota Indonesia telah mengirim 3.375.490 unit CBU hingga September 2026. Terdapat lebih dari 100 negara tujuan di kawasan Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania.Selain kendaraan utuh, ekspor Toyota juga mencakup kendaraan dalam bentuk terurai atau Completely Knocked-Down (CKD), komponen kendaraan, mesin utuh dan komponen mesin, serta dies dan jig untuk mendukung kebutuhan produksi di berbagai negara.Pertumbuhan ekspor Toyota didukung oleh peningkatan permintaan dari kawasan Amerika sebesar 14,3 persen dan Asia sebesar 3,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Mampu mengimbangi koreksi permintaan sekitar 16 persen di kawasan Timur Tengah.Ekspor mobil Toyota Indonesia. Foto: dok. Toyota IndonesiaKinerja ekspor Toyota juga ditopang oleh beragam model yang diproduksi di Indonesia dan memiliki daya saing di pasar internasional. Sepanjang Januari-September 2026, Avanza atau Veloz menjadi kontributor ekspor terbesar.Angkanya mencapai 48.425 unit, diikuti Raize sebanyak 39.001 unit, serta Yaris Cross sebanyak 32.447 unit. Model-model tersebut dikembangkan dan diproduksi sesuai kebutuhan konsumen Indonesia, namun dapat diterima baik di berbagai pasar internasional.Keberagaman model ekspor ini menunjukkan kemampuan Toyota Indonesia dalam memenuhi kebutuhan berbagai segmen global, khususnya segmen A dan B. Apalagi pabrikan telah memperluas lini produknya lewat jenis elektrifikasi.Lewat model-model Kijang Innova Zenix Hybrid Electrified Vehicle (HEV) dan Yaris Cross HEV yang menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang Januari–September 2026, volume ekspor mencapai 25.752 unit, meningkat 63,6 persen dibandingkan 15.740 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.