Harga Komoditas: CPO sampai Timah Kompak Menguat

Wait 5 sec.

Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTOHarga beberapa komoditas alam bergerak menguat pada penutupan perdagangan Jumat (16/10). Harga batu bara, CPO, timah, sampai nikel terpantau menguat bersamaan.Dikutip dari tradingeconomics pada Senin (19/10), harga CPO ditutup pada MYR 4.676 per ton atau melemah 1,74 persen.Menurut tradingeconomics, penguatan harga minyak nabati di bursa Dalian China dan pasar Chicago meningkatkan sentimen. Sementara itu, kekhawatiran pasokan di produsen utama Indonesia juga menambah dukungan kenaikan harga.Adapun Asosiasi Minyak Sawit Indonesia memproyeksikan produksi akan turun menjadi 51,7 juta ton pada tahun 2027 dari 53,7 juta ton tahun ini, dengan ekspor diperkirakan turun hampir 15 persen year-on-year di tengah meningkatnya konsumsi biodiesel dan makanan domestik.Ilustrasi tambang batu bara. Foto: ShutterstockSementara untuk batu bara, harganya menguat 0,50 persen ke USD 150,40 per ton. Angka itu mendekati level tertinggi dalam tiga tahun karena harga LNG yang tinggi, yang dipicu oleh gangguan pasokan terkait konflik di Timur Tengah, terus mendorong pergeseran ke arah pembangkit listrik tenaga batu bara.Bergeser ke Nikel, harganya terpantau menguat. Dikutip dari London Metal Exchange (LME) harga nikel ada pada USD 15.363 per ton. Angka tersebut naik 0,93 persen dibanding hari sebelumnya.Sementara untuk timah, harganya terpantau menguat. Dikutip dari LME, harga timah berada pada angka USD 50.384 per ton atau menguat 0,52 persen dibanding hari sebelumnya.