Terdampak Serangan di Riyadh, 400 Jemaah Umrah RI Batal Berangkat

Wait 5 sec.

Ilustrasi bandara di Riyadh. Foto: Markus Mainka/ShutterstockSerangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, berdampak ke jemaah umrah Indonesia. Kantor Kemenhaj Kabupaten Tangerang mencatat ratusan jemaah umrah asal Tangerang tertunda keberangkatannyaKepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim, mengatakan berdasarkan data sementara sedikitnya ada sekitar 400 jemaah umrah mengalami penundaan penerbangan akibat kebijakan penyesuaian rute transit."Data ini sifatnya dinamis. Total ada sekitar 400 jemaah yang terdampak pembatalan atau penundaan penerbangan transit (indirect)," katanya pada Rabu (14/10), dikutip dari Antara, Kamis (15/10).Ia mengungkapkan, penundaan pemberangkatan jemaah umrah tersebut sebagai dampak adanya penyesuaian atau pengubahan rute transit penerbangan khusus ditujukan bagi perjalanan yang melakukan transit (indirect flight) di area berkonflik, seperti Bandara King Khalid di Riyadh. Ini untuk mengantisipasi dan menjaga keamanan para jemaah.Namun demikian, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) memastikan untuk penerbangan langsung (direct flight) menuju Makkah maupun Madinah, proses keberangkatan tetap dapat berjalan dengan meningkatkan kewaspadaan."Begitu pun pemantauan terus kami lakukan terhadap travel-travel yang memberangkatkan jemaah asal Kabupaten Tangerang setelah adanya informasi serangan di Riyadh," jelas Abdullah.Terkait itu, Abdullah menegaskan untuk jemaah yang terdampak akan mendapat jaminan penuh sesuai amanat undang-undang yang wajib dijalankan oleh setiap PPIU. Oleh karena itu, travel umrah diminta aktif berkoordinasi dengan Kemenhaj di tingkat pusat, Kanwil Banten, maupun kabupaten.Selain itu, Kemenhaj Kabupaten Tangerang mengingatkan bagi jemaah untuk tetap tenang dan terus memantau perkembangan informasi resmi dari biro perjalanan masing-masing.​"Kami mengimbau jemaah agar tetap berkomunikasi intensif dengan pihak PPIU, memantau situasi terkini, tetap tenang, serta senantiasa berdoa agar perjalanan ibadah berjalan aman hingga kembali ke Tanah Air," ujarnya.Ia menambahkan, hingga saat ini tidak ada jemaah umrah asal daerahnya tersebut yang menjadi korban dalam insiden serangan di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi."Dari sisi korban alhamdulillah tidak ada, baik korban jiwa maupun luka-luka. Namun dari sisi administratif, pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan warga negara melalui sejumlah kebijakan dan imbauan," kata dia.