Ilustrasi Produksi Minyak Mentah Brent. Foto: Scott Heppel/AFPHarga minyak mentah sedikit melemah pada awal perdagangan Kamis, (15/10), setelah sempat melonjak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur.Mengutip Bloomberg, harga minyak jenis Brent untuk kontrak pengiriman Desember turun 0,5 persen ke level USD 105,53 per barel pada pukul 08.22 WIB di Singapura. Sementara itu, jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November terkoreksi 0,4 persen menjadi USD 94,67 per barel.Pada penutupan perdagangan Rabu, (14/10), harga minyak WTI sempat menguat 1 persen ke level USD 95,09 per barel di New York, sedangkan Brent naik 0,4 persen menjadi USD 106,06 per barel.Sentimen pasar kembali tertekan setelah sebuah kapal kargo dilaporkan tenggelam akibat proyektil di Selat Hormuz. Di saat bersamaan, kelompok Houthi melanjutkan serangan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi.Di Eropa Timur, Rusia menuduh Ukraina menyerang dua kilang minyaknya pada Rabu, (14/10). Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menyatakan serangan drone menyasar kilang Ryazan dan Saratov. Kilang Ryazan memiliki kapasitas pengolahan hingga 400.000 barel per hari.Pihak Kyiv membantah tuduhan tersebut, dan klaim Moskow belum dapat diverifikasi secara independen.Secara tahun berjalan, harga Brent telah melambung lebih dari 70 persen akibat dinamika perang AS-Iran. Badan Energi Internasional (IEA) mencatat persediaan minyak darat global telah merosot mendekati titik terendah dalam satu dekade terakhir."Jika serangan terhadap infrastruktur minyak di Timur Tengah kembali mengganggu pasokan fisik yang sudah ketat, biaya energi dan inflasi global berisiko melonjak lebih tinggi," kata Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek.Eskalasi serangan di Jalur Teluk juga memaksa kapal-kapal tanker raksasa mengubah rute. Data pelayaran menunjukkan armada kapal dengan kapasitas angkut minimal 37 juta barel memilih berhenti atau beralih rute menuju area pemuatan di Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman.Di sisi lain, IEA melaporkan produksi minyak UEA berhasil mencatatkan rekor tertinggi pada bulan lalu seiring pemulihan jalur distribusi melalui Selat Hormuz.Dari Amerika Serikat, American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak mentah domestik anjlok 11,1 juta barel pada pekan lalu. Jika dikonfirmasi oleh data resmi pemerintah, penurunan ini menjadi yang terbesar sejak Juni 2025.