Ilustrasi Nasdaq. Foto: JHVEPhoto/ShutterstockRilis data inflasi Amerika Serikat yang melebihi perkiraan memicu aksi jual di bursa Wall Street pada Rabu, (14/10). Penguatan inflasi meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga, sehingga menekan saham-saham sektor kecerdasan buatan (AI) yang sensitif terhadap biaya pinjaman.Mengutip Reuters, indeks S&P 500 anjlok 1,11 persen ke level 7.718,94, menjadi penurunan harian terbesar sejak akhir Juli. Nasdaq jatuh 1,88 persen ke posisi 26.692,87, sementara Dow Jones terkoreksi tipis 0,09 persen ke level 51.621,48.Pelemahan dipimpin oleh saham-saham teknologi dan AI. Oracle anjlok 8,8 persen, CoreWeave anjlok 15 persen, serta Dell dan HPE masing-masing jatuh 11,4 persen dan 8,2 persen usai downgrade dari Barclays. Indeks Semikonduktor Philadelphia juga melemah 4,3 persen.Sebaliknya, saham Apple naik 0,5 persen dan mencetak rekor dengan kapitalisasi pasar melampaui USD 5 triliun untuk pertama kalinya. Di papan saham lain, Bending Spoons melonjak 41 persen setelah menerima suntikan dana USD 330 juta dari Berkshire Hathaway.Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan kenaikan harga konsumen pada September dipicu oleh lonjakan harga bensin. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed bulan ini melonjak menjadi 37 persen dari sebelumnya 22 persen.